Rabu
14 Oktober 2026 | 3 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Said Abdullah: Outlook APBN 2025 Harus Dilihat Utuh, Bukan Sepotong-sepotong

pdip-jatim-250109-MHSA

SURABAYA — Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah mengingatkan pentingnya memahami postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 secara menyeluruh. Dia menegaskan bahwa banyak pihak seringkali menilai kondisi anggaran negara dari satu sisi saja, tanpa melihat kaitan antar faktor utama yang membentuk keseluruhan struktur anggaran tersebut.

“Outlook APBN 2025 tidak bisa dilihat secara sepotong-sepotong karena terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi posturnya. Di antaranya ketidakpastian global dan gangguan rantai pasok internasional. Kemudian kenaikan PPN yang awalnya direncanakan naik ke 12% tetapi tidak jadi—hanya PPnBM yang naik, serta akumulasi dampaknya menyebabkan penurunan penerimaan negara,” ungkap Said Abdullah, Minggu (6/7/2025).

Tiga faktor yang disebutkan Said menjadi titik kunci pembacaan fiskal 2025. Pertama, ketidakpastian global dan gangguan rantai pasok internasional yang belum sepenuhnya pulih, masih memberikan tekanan besar terhadap kondisi perekonomian nasional.

Kedua, keputusan fiskal dalam negeri—yakni batalnya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%—menyebabkan potensi pendapatan negara yang sebelumnya diproyeksikan naik, menjadi stagnan. Pemerintah hanya menaikkan PPnBM pada beberapa sektor tertentu.

Said yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa gabungan dari dua faktor ini berdampak secara langsung pada penerimaan negara. Sementara di sisi lain, pemerintah tetap harus menjalankan berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan.

“Di saat bersamaan, program Astacita tetap harus diwujudkan sebagai bagian dari janji presiden. Hal ini menyebabkan defisit APBN meningkat dari 2,53% menjadi 2,78% atau sekitar Rp662 triliun. Pemerintah juga minta persetujuan penggunaan SAL (saldo lebih anggaran) sebesar Rp86 triliun,” terangnya.

Kenaikan defisit hingga mencapai Rp662 triliun tersebut tidak dapat dilepaskan dari keputusan fiskal yang diambil serta kebutuhan untuk tetap melaksanakan program-program prioritas nasional. Pemerintah pun mengusulkan penggunaan SAL sebagai salah satu cara untuk menjaga agar program pembangunan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap stabilitas ekonomi.

Seluruh keputusan ini, menurut Said, merupakan bagian dari proses konstitusional yang memerlukan pembahasan dan persetujuan antara dua pilar utama pengelola negara, yakni pemerintah dan DPR. Dia menyebutkan sinergi ini penting agar semua tujuan bersama bisa tercapai.

“Semua ini merupakan bagian dari kerangka besar yang memerlukan persetujuan Badan Anggaran DPR, agar cita-cita bersama antara pemerintah dan DPR bisa tercapai,” pungkas Said. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...
LEGISLATIF

Kasus ISPA Jatim Tembus 212.914, Deni Wicaksono Desak Pengendalian Emisi Diperketat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat pencegahan infeksi saluran ...