Rabu
19 Agustus 2026 | 7 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Mas Dhito Datang Membawa Harapan untuk Bunga, yang Menunda Mimpi demi Sang Ibu

pdip jatim 260506 bunga kediri 1

Kisah Bunga di Kediri yang berhenti sekolah demi merawat ibunya, hingga Mas Dhito datang membawa harapan baru.

KEDIRI — Siang itu, Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, tampak berjalan seperti biasa. Jalan kampung tetap ramai oleh warga yang hilir mudik. Sesekali suara ayam terdengar dari halaman rumah.

Namun di salah satu rumah sederhana di dusun itu, hidup seorang remaja 16 tahun berubah pelan-pelan sejak ibunya jatuh sakit.

Namanya Bunga Febriana.

Sudah beberapa bulan terakhir, siswi jurusan Desain Komunikasi dan Visual (DKV) di SMK YP 17 Pare itu memilih berhenti sekolah. Bukan karena malas belajar. Bukan pula karena tak punya mimpi.

Ia berhenti karena harus menjaga ibunya, Zainul Sarpianik, yang terserang stroke.

Dan seperti banyak cerita keluarga kecil lainnya, persoalan itu akhirnya juga bermuara pada satu hal: biaya hidup.

Saat pertama kali sang ibu sakit pada 2023 lalu, ayah Bunga, Suyanto, memutuskan menjual rumah mereka.

Tabungan hasil usaha juga habis perlahan untuk biaya pengobatan.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga mereka berubah. Semua yang sebelumnya terasa cukup, mendadak harus dihitung ulang.

Di tengah kondisi itu, Bunga memilih mengalah. Ia berhenti sekolah sejak November 2025 agar bisa membantu merawat ibunya di rumah.

Meski berhenti sekolah, diam-diam Bunga ternyata masih menyimpan keinginan untuk kembali belajar.

Hal itu terungkap saat Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, datang langsung ke rumahnya, Selasa (5/5/2026).

Di ruang sederhana itu, Mas Dhito—sapaan akrab Hanindhito—berbicara pelan kepada Bunga.

“Sekolah lagi ya nduk nanti bulan Juli,” ucapnya.

Tak ada jawaban panjang.

“Nggih, mau,” jawab Bunga lirih, tapi dengan mata yang tampak kembali menyala.

Di usianya yang baru 16 tahun, Bunga mungkin terlalu cepat mengenal bagaimana rasanya menunda mimpi demi keadaan.

Saat teman-temannya sibuk memikirkan tugas sekolah dan masa depan, ia justru harus belajar menjaga ibunya yang sakit.

Namun di balik wajah tenangnya, Bunga ternyata belum benar-benar menyerah pada cita-cita.

Mas Dhito datang siang itu bukan sekadar menjenguk. Ia ingin memastikan anak-anak seperti Bunga tidak benar-benar kehilangan kesempatan sekolah hanya karena keadaan ekonomi.

Di hadapan keluarga Bunga, Mas Dhito memastikan Pemerintah Kabupaten Kediri akan membantu biaya pendidikan Bunga agar bisa kembali sekolah bulan depan.

Tak hanya itu, bantuan modal usaha juga disiapkan untuk ayahnya agar bisa membuka warung kecil di rumah sambil menjaga sang istri.

“Bulan depan kita masukkan lagi adik Bunga ke sekolah. Modal usaha juga kita berikan kepada bapaknya supaya tetap bisa bekerja sambil menjaga istrinya,” jelas bupati muda yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.

Bagi Mas Dhito, tidak boleh ada anak di Kabupaten Kediri yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengembalikan anak-anak putus sekolah agar bisa kembali belajar, termasuk lewat bantuan beasiswa.

Dan sore itu, di rumah sederhana di Dusun Sumber Bahagia, setidaknya ada sedikit harapan yang kembali tumbuh.

Tentang seorang anak perempuan yang sempat berhenti sekolah demi ibunya.

Tentang mimpi yang ternyata belum benar-benar selesai. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

BANYUWANGI – Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, Hj. Ansari PDIP Tegaskan Pentingnya Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat

PAMEKASAN – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai tidak boleh sebatas menjadi seremonial tahunan. ...
KRONIK

Pemain Soekarno Cup Salurkan Hasil Gotong Royong bagi Mahasiswa NTT di Surabaya

SURABAYA – Di tengah kekhawatiran mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Surabaya terhadap keluarga mereka ...
KABAR CABANG

Pesan Ahok untuk Kader PDIP Madiun: Dengarkan Jeritan Rakyat, Jangan Hanya Saat Butuh Dukungan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpesan kepada kader PDIP Kota Madiun agar tidak hanya hadir saat butuh dukungan ...
HEADLINE

Said Abdullah Dorong BI Segera Rumuskan Core Kebijakan Moneter yang Jelas

JAKARTA – Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pengajuan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank ...