Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat ”Drone” Terbang di Atas Istana

pdip jatim - saat pengambilan gambar presiden jokowi lewat drone

pdip jatim - saat pengambilan gambar presiden jokowi lewat droneJAKARTA – Wah, gambarnya agak goyang. Bisa minta tolong diulang tidak, ya?” tanya fotografer Kompas, Eddy Hasby, seusai melihat hasil pengambilan gambar video Presiden Joko Widodo lewat drone atau pesawat tanpa awak terbang di atas halaman rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta, Sabtu (24/1/2015).

Atas izin Presiden, drone pun beraksi lagi dari halaman tengah rumput Istana menuju teras belakang Istana Merdeka mengikuti gerakan Presiden Jokowi.

Itulah drone yang untuk pertama kalinya diterbangkan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Tentu, untuk menerbangkan pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera khusus tersebut tak sembarangan.

Maklum, wilayah udara kompleks Istana Kepresidenan merupakan daerah Ring I yang tidak boleh diterbangi pesawat apa pun. Bahkan, layang-layang pun tidak boleh dinaikkan di atas kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelum menerbangkan pesawat tanpa awak tersebut di halaman Istana Kepresidenan, tidak hanya drone yang diperiksa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), tetapi juga pemakainya atau operatornya.

”Semacam test flight yang harus dijalani dulu sebelum ambil gambar, mulai dari pesawatnya hingga pemakaiannya. Jangan sampai terjadi drone-nya malah terbang tidak beraturan,” ujar Edy.

Selesai menerbangkan drone, Eddy sangat berterima kasih karena diizinkan mengambil gambar video Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, yang selama ini belum pernah dilakukan oleh jangankan wartawan, petugas keamanan pun belum pernah.

”Apalagi, Presiden Jokowi sangat membantu tugas fotografer,” tambahnya.

Sejauh ini, sejak zaman kampanye sebelum Pemilu Presiden 9 Juli lalu, Presiden Jokowi tercatat sangat akomodatif dengan pekerjaan fotografer yang menyertainya selama kampanye calon presiden.

”Kalau sudah malam, Pak Jokowi datang menemui para fotografer dan menanyakan apa yang kurang serta hambatan apa yang masih dihadapi para fotografer,” tambah seorang fotografer lainnya yang mengikuti perjalanan kampanye Presiden pada waktu itu.

Jokowi ingin punya ”drone”

Soal drone bagi Presiden Jokowi sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam dialog Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan calon Presiden dan calon Wakil Presiden di Jakarta, Juni 2014, Jokowi pernah menyatakan ingin memiliki pesawat tanpa awak alias drone tersebut. Salah satu tujuannya adalah untuk mengawasi perairan Indonesia yang maha luas. Tentu drone yang dimaksud Presiden, drone yang lebih canggih dan bukan yang biasa digunakan oleh fotografer.

”Akibat illegal fishing, besar sekali kehilangan potensi kita. Kami bermimpi punya drone supaya kelihatan di mana terjadi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, lalu kami bisa menggebuk dengan tepat sasaran. Sebab, ini sudah merugikan rakyat Indonesia,” katanya waktu itu.

Bahkan, drone yang dicita-citakan Jokowi itu tidak hanya untuk mengawasi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, tetapi juga untuk pertanian atau ”masuk desa”.

Keinginan Jokowi mengadakan program drone masuk desa agar bidang pertanian lebih maju juga diungkapkannya saat sudah terpilih sebagai Presiden dan masih menghabiskan waktunya sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota pada 10 September 2014.

Menurut Jokowi saat itu, drone untuk pertanian dikalkulasikan harganya relatif murah, yakni sekitar Rp 25 juta, sehingga dapat dibayangkan sangat efektif menggunakan drone tersebut. Apalagi, cakupan pemantauannya bisa jauh lebih luas jika dari udara. ”Kira-kira itu bisa menjangkau 15 wilayah hanya dengan satu drone,” ujarnya.

Meski demikian, hampir tiga bulan memimpin atau 100 hari kepemimpinannya, Jokowi masih belum mewujudkan cita-cita dan keinginannya memiliki drone. Bahkan, saat diambil gambarnya dengan drone pun, Presiden tidak menyinggung rencana dan keinginannya yang pernah disampaikan saat berdebat di Kadin dan di Balai Kota DKI.

Dalam catatan Kompas, setelah dilantik dan masuk ke Istana Merdeka, sebuah ”drone” sudah memasuki Istana. Namun, jangan salah sangka, ”drone” yang masuk ke Istana Merdeka saat menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry sebenarnya balon Doraemon mainan anak-anak yang tertinggal di langit-langit Gedung Istana Merdeka setelah warga ikut masuk ke halaman Istana tak lama setelah Jokowi resmi masuk ke Istana.

Balon tersebut sempat mengejutkan perangkat Istana dan mengundang tawa. Sebab, balon tersebut berpindah-pindah tempat di langit-langit Istana Merdeka seperti memata-matai pertemuan Jokowi dengan John Kerry.

Meskipun dianggap tak membahayakan, kehadiran ”drone” tersebut mengundang tawa yang melihatnya. Sayangnya, Presiden Jokowi tak sempat melihat ”drone” tersebut. (HAR) – Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...