Selasa
28 Juli 2026 | 6 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat ”Drone” Terbang di Atas Istana

pdip jatim - saat pengambilan gambar presiden jokowi lewat drone

pdip jatim - saat pengambilan gambar presiden jokowi lewat droneJAKARTA – Wah, gambarnya agak goyang. Bisa minta tolong diulang tidak, ya?” tanya fotografer Kompas, Eddy Hasby, seusai melihat hasil pengambilan gambar video Presiden Joko Widodo lewat drone atau pesawat tanpa awak terbang di atas halaman rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta, Sabtu (24/1/2015).

Atas izin Presiden, drone pun beraksi lagi dari halaman tengah rumput Istana menuju teras belakang Istana Merdeka mengikuti gerakan Presiden Jokowi.

Itulah drone yang untuk pertama kalinya diterbangkan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Tentu, untuk menerbangkan pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera khusus tersebut tak sembarangan.

Maklum, wilayah udara kompleks Istana Kepresidenan merupakan daerah Ring I yang tidak boleh diterbangi pesawat apa pun. Bahkan, layang-layang pun tidak boleh dinaikkan di atas kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelum menerbangkan pesawat tanpa awak tersebut di halaman Istana Kepresidenan, tidak hanya drone yang diperiksa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), tetapi juga pemakainya atau operatornya.

”Semacam test flight yang harus dijalani dulu sebelum ambil gambar, mulai dari pesawatnya hingga pemakaiannya. Jangan sampai terjadi drone-nya malah terbang tidak beraturan,” ujar Edy.

Selesai menerbangkan drone, Eddy sangat berterima kasih karena diizinkan mengambil gambar video Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, yang selama ini belum pernah dilakukan oleh jangankan wartawan, petugas keamanan pun belum pernah.

”Apalagi, Presiden Jokowi sangat membantu tugas fotografer,” tambahnya.

Sejauh ini, sejak zaman kampanye sebelum Pemilu Presiden 9 Juli lalu, Presiden Jokowi tercatat sangat akomodatif dengan pekerjaan fotografer yang menyertainya selama kampanye calon presiden.

”Kalau sudah malam, Pak Jokowi datang menemui para fotografer dan menanyakan apa yang kurang serta hambatan apa yang masih dihadapi para fotografer,” tambah seorang fotografer lainnya yang mengikuti perjalanan kampanye Presiden pada waktu itu.

Jokowi ingin punya ”drone”

Soal drone bagi Presiden Jokowi sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam dialog Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan calon Presiden dan calon Wakil Presiden di Jakarta, Juni 2014, Jokowi pernah menyatakan ingin memiliki pesawat tanpa awak alias drone tersebut. Salah satu tujuannya adalah untuk mengawasi perairan Indonesia yang maha luas. Tentu drone yang dimaksud Presiden, drone yang lebih canggih dan bukan yang biasa digunakan oleh fotografer.

”Akibat illegal fishing, besar sekali kehilangan potensi kita. Kami bermimpi punya drone supaya kelihatan di mana terjadi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, lalu kami bisa menggebuk dengan tepat sasaran. Sebab, ini sudah merugikan rakyat Indonesia,” katanya waktu itu.

Bahkan, drone yang dicita-citakan Jokowi itu tidak hanya untuk mengawasi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, tetapi juga untuk pertanian atau ”masuk desa”.

Keinginan Jokowi mengadakan program drone masuk desa agar bidang pertanian lebih maju juga diungkapkannya saat sudah terpilih sebagai Presiden dan masih menghabiskan waktunya sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota pada 10 September 2014.

Menurut Jokowi saat itu, drone untuk pertanian dikalkulasikan harganya relatif murah, yakni sekitar Rp 25 juta, sehingga dapat dibayangkan sangat efektif menggunakan drone tersebut. Apalagi, cakupan pemantauannya bisa jauh lebih luas jika dari udara. ”Kira-kira itu bisa menjangkau 15 wilayah hanya dengan satu drone,” ujarnya.

Meski demikian, hampir tiga bulan memimpin atau 100 hari kepemimpinannya, Jokowi masih belum mewujudkan cita-cita dan keinginannya memiliki drone. Bahkan, saat diambil gambarnya dengan drone pun, Presiden tidak menyinggung rencana dan keinginannya yang pernah disampaikan saat berdebat di Kadin dan di Balai Kota DKI.

Dalam catatan Kompas, setelah dilantik dan masuk ke Istana Merdeka, sebuah ”drone” sudah memasuki Istana. Namun, jangan salah sangka, ”drone” yang masuk ke Istana Merdeka saat menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry sebenarnya balon Doraemon mainan anak-anak yang tertinggal di langit-langit Gedung Istana Merdeka setelah warga ikut masuk ke halaman Istana tak lama setelah Jokowi resmi masuk ke Istana.

Balon tersebut sempat mengejutkan perangkat Istana dan mengundang tawa. Sebab, balon tersebut berpindah-pindah tempat di langit-langit Istana Merdeka seperti memata-matai pertemuan Jokowi dengan John Kerry.

Meskipun dianggap tak membahayakan, kehadiran ”drone” tersebut mengundang tawa yang melihatnya. Sayangnya, Presiden Jokowi tak sempat melihat ”drone” tersebut. (HAR) – Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jember Desak APBD 2027 Prioritaskan PPPK, Pengelolaan Sampah, dan Infrastruktur Desa

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember menyampaikan empat catatan strategis dalam pembahasan ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Keberhasilan Reses Diukur dari Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan keberhasilan reses ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Malang: Kudatuli Ingatkan Demokrasi Harus Terus Dijaga

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan Kudatuli menjadi pengingat penting agar demokrasi terus dijaga ...
KABAR CABANG

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Jadikan Peringatan Kudatuli sebagai Edukasi Politik bagi Generasi Muda

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar memanfaatkan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai sarana edukasi politik bagi ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Saya Datang untuk Kulak Masalah, Bukan Sekadar Jalani Reses

Anggota DPRD Jatim Wiwin Sumrambah menegaskan reses adalah momentum “kulak masalah” untuk menyerap dan mengawal ...