Resmikan Paseban Desa Pepelegi, Kusnadi Santuni Anak Yatim

Loading

SIDOARJO – Ketua DPRD Jawa timur Kusnadi SH MHum meresmikan Paseban Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (16/3/2020) malam. 

Hadir di lokasi, Kusnadi didampingi anggota komisi E DPRD Jatim Ida Bagus Nugroho. 

Acara juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Sidoarjo, Kepala Bapekab Sidoarjo, jajaran muspika, dan tokoh masyarakat. Ratusan warga tumplek blek di lapangan desa, lokasi dari paseban. 

Sebelum acara peresmian, Kusnadi memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dari Pepelegi. Pada kesempatan itu juga ada acara seremoni penyerahan proposal pengajuan program dari kelompok-kelompok masyarakat kepada Kusnadi. 

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini dalam sambutannya mengatakan, proposal yang diterima dari perwakilan-perwakilan pokmas akan diperjuangkan di Pemerintahan Provinsi Jatim. 

“Jadi ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai dewan untuk memperjuangkan setiap aspirasi dari warga. Mohon doanya agar amanah yang sudah diberikan kepada saya bisa realisasi,” katanya. 

Pada kesempatan itu Kusnadi berpesan jika pada waktunya nanti proposal tersebut terealisasi agar digunakan sebaik-baiknya. 

“Digunakan sesuai apa yang direncanakan, mengikuti aturan yang ada dan dipertanggungjawabkan agar tidak timbul masalah hukum di kemudian hari,” pesan Kunadi.

Dia juga memberikan apresiasinya atas kinerja kepala desa dan perangkatnya. Proses penggunaan dana untuk pembangunan dari berbagai sumber dilaporkan secara terbuka kepada warga. 

Juga soal usaha kolam ikan dari BUMDes maupun rencana membuka rumah makan dan wisata desa. 

“Jadi di saat pandemi dimana yang pada umumnya terjadi perlambatan  pada berbagai sektor, tetapi pak kepala desa dan jajarannya terus berkreasi membangun desa dan mengupayakan kesejahteraan bagi warganya. Ini luar biasa,” sebutnya. 

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Desa Pepelegi Iswahyudi SE  dalam sambutannya mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan bantuan keuangan dari Pemkab Sidoarjo senilai Rp 1,8 miliar.

Dana itu digunakan antara lain untuk pemberdayaan UMKM, infrastruktur seperti box culvert sungai, jogging track, dan sebagainya. Juga sarana prasarana lapangan yakni kamar ganti pemain dan toilet. Termasuk Paseban ini. 

“Dari kegiatan infrastruktur, dikerjakan 18 tukang dan 18 pembantu tukang. Semuanya warga ber-KTP sini,” terang Iswahyudi. 

Sementara untuk Paseban berupa bangunan semacam pendopo ini bisa digunakan untuk rupa-rupa kegiatan. “Untuk rapat-rapat RW, karang taruna, bahkan untuk acara resepsi perkawinan juga boleh,” katanya. (hs)