BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Lukman Indra Laksono, kembali menyapa konstituennya melalui kegiatan reses masa sidang ke-2. Kali ini, reses digelar di Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, pada Minggu (18/1/2026), dengan suasana dialog yang hangat dan partisipatif.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat, jajaran pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Udanawu, tokoh masyarakat, serta pengurus DPC PDIP Kabupaten Blitar, Nanang Widi Wahyono yang turut mendampingi jalannya forum.
Dalam sesi dialog terbuka, warga menyampaikan beragam aspirasi yang selama ini dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa usulan yang mengemuka di antaranya perbaikan jalan di Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, pemasangan lampu penerangan jalan di Desa Ringinanom, hingga pembangunan jembatan penghubung antar desa guna memperlancar akses warga.
Lukman menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat menjadi catatan penting bagi dirinya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, reses adalah momentum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan warga dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Reses ini memang kami manfaatkan untuk mendengar langsung suara masyarakat. Apa yang disampaikan bapak dan ibu hari ini adalah kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Lukman.
Dia menjelaskan bahwa setiap usulan yang masuk tidak serta-merta berhenti pada diskusi, melainkan akan diproses melalui mekanisme resmi DPRD. Seluruh aspirasi tersebut akan dimasukkan ke dalam pokok pikiran (Pokir) sebagai dasar pengusulan program pembangunan ke depan.
“Usulan-usulan ini akan kami masukkan ke pokir terlebih dahulu. Insya Allah bisa kita perjuangkan untuk realisasi pada tahun anggaran 2027,” tambahnya.
Legislator PDIP ini juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan wakil rakyat agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Dia berharap warga tidak ragu menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari atas meja. Kami perlu mendengar langsung dari masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” tegas dia.
Sementara itu, suasana reses berlangsung cair dan interaktif. Warga tampak aktif berdialog dan menyampaikan pandangan mereka secara terbuka.
Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan dan komitmen bersama untuk terus mengawal aspirasi yang telah disampaikan, sebagai wujud kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










