oleh

Raih Emas Porprov, Atlet Whusu Ini Ingin Mengabdi di Satpol PP Pemkab Kediri

-Sementara Itu...-18 kali dibaca

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi puluhan atlet Kabupaten Kediri yang berhasil membawa pulang medali dari ajang Porprov VII Jatim 2022. Bentuk apresiasi itu, mulai reward beasiswa, lapangan pekerjaan, hingga uang pembinaan.

Adalah Riski Okta Pratama, salah satu atlet yang membawa pulang medali emas dari cabang olah raga (Cabor) Wushu. Atlet berusia 19 tahun itu diangkat Bupati Kediri menjadi salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri.

Selain sebagai bentuk apresiasi dan perhatian, hal itu juga atas permintaan Riski untuk mengabdi di Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai Satpol PP.

Mulanya, saat penyerahan reward peraih medali dan pembubaran kontingen Porprov VII Jatim tahun 2022, Mas Dhito menanyakan impian atlet yang mengharumkan nama Bumi Panjalu pada ajang dua tahunan tersebut.

“Di sini siapa yang ingin mendapatkan beasiswa ataupun lapangan pekerjaan?” tanya Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito, kepada atlet yang hadir pada acara yang diselenggarakan di Lapangan Tenis Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri, Kamis 4 Agustus 2022.

Menanggapi hal tersebut, mayoritas atlet antusias untuk tunjuk tangan menerima apresiasi yang akan diberikan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut.

Melihat respon para atlet untuk mendapatkan reward darinya, Mas Dhito memberi kesempatan Riski untuk mengungkapkan keinginannya. “Saya mau jadi Satpol PP, Mas” kata Riski kepada Mas Dhito.

Tak menunggu lama, bupati muda yang gemar mengendarai vespa tersebut mengabulkan permintaan atlet yang berasal dari Desa Srikaton itu. “Oke. Besok kamu langsung datang ke Kantor Satpol PP, ya,” kata Mas Dhito.

Bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu menyebutkan, pemberian reward ini sebagai wujud keseriusan Pemkab Kediri dalam mengembangkan dan membina atlet yang ada di wilayahnya.

“Tidak hanya reward secara materi, kami (Pemerintah Kabupaten Kediri) juga memberikan reward lain seperti beasiswa dan lapangan pekerjaan bagi atlet-atlet yang berprestasi,” jelasnya.

Sementara itu, tiap atlet baik perorangan maupun beregu mendapatkan sejumlah uang pembinaan Dari Mas Dhito.

Untuk atlet perorangan peraih medali emas, Mas Dhito memberikan 20 juta rupiah. Sedangkan untuk perak dan perunggu masing-masing mendapatkan Rp 10 juta dan 5 juta rupiah.

Sedangkan bagi beregu, memperoleh Rp 50 juta untuk medali emas, perak Rp 40 juta serta perunggu Rp 30 juta.

Tidak hanya itu bupati muda ini juga memberikan reward kepada pelatih yang mampu membawa medali.

Sementara itu, Riski mengungkapkan kebanggaan atas capaian dan reward yang diberikan Mas Dhito. Menurutnya dengan mengabdi di Satpol PP dirinya masih bisa menjadi atlet Wushu kebanggaan Kabupaten Kediri.

“Tentu saja senang, tahun ini bisa membawa juara. Dan cita-cita bisa tercapai. Kalau di Satpol PP tahun depan saya masih bisa ikut Porprov dan membawa medali lagi” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito berjanji akan membawa pulang atlet Kabupaten Kediri yang ditarik oleh daerah lain.

Dia menyayangkan dengan capaian tersebut, seharusnya Kabupaten Kediri dapat membawa lebih banyak medali.

“Atlet kita yang tadinya ber-KTP dan ber-KK Kabupaten Kediri dan sekarang keluar dari Kabupaten Kediri karena satu dan lain hal untuk kita minta kembali lagi,” tegasnya.

Kurang lebih ada 40 atlet yang sedang diupayakan untuk Kembali ke Kabupaten kediri. Upaya tersebut, ditargetkan akan dapat membawa Kabupaten Kediri masuk 5 besar Porprov Jatim tahun depan.

Dari data KONI Kabupaten Kediri, capaian Atlet di Kabupaten Kediri di Porpov VII Kali ini sebanyak 9 medali emas, 12 perak dan 19 perunggu. (putera/pr)