Rabu
15 April 2026 | 11 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Maharani Sambut Pembentukan Ditjen Pesantren: Kado Istimewa di Hari Santri Nasional 2025

Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani.

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut positif langkah pemerintah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Ia menyebut persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memperkuat pesantren di era modern.

“Persetujuan presiden atas pembentukan Ditjen Pesantren merupakan kado istimewa bagi seluruh santri di Hari Santri Nasional tahun ini,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10/2025).

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Pada tahun ini, HSN jatuh pada Rabu (22/10/2025) dan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Ditjen Pesantren Dinilai Strategis untuk Penguatan Lembaga

Puan menilai kehadiran Ditjen Pesantren akan membuka peluang besar bagi penguatan peran pesantren secara kelembagaan dan strategis. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi umat, literasi digital, dan peningkatan kualitas santri.

“Saya berharap keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat tata kelola pendidikan pesantren, meningkatkan kapasitas santri, serta memastikan pesantren menjadi pilar pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Santri sebagai Penjaga Moral dan Penggerak Peradaban

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Puan mengucapkan selamat kepada seluruh santri, kiai, nyai, dan keluarga besar pesantren di Indonesia. Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran penting sebagai penjaga moral bangsa dan penggerak kemajuan peradaban.

“Santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga aktor penting dalam sejarah masa depan bangsa,” kata cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Puan juga menyoroti pentingnya santri menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa dunia agar mampu menjadi jembatan antara nilai dan kemajuan.

Pesantren sebagai Pusat Pendidikan dan Karakter Bangsa

Lebih lanjut, Puan menegaskan bahwa pesantren sejak dahulu telah menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter bangsa. Dari lingkungan pesantren, lahir para pejuang kemerdekaan, ulama, dan pemimpin yang memadukan nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan cinta tanah air.

“Hari Santri bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menulis masa depan. Mari kita kawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tutup Puan. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...