Sabtu
03 Oktober 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program dari Sadarestuwati Terwujud, Rakyat Nganjuk Tumpengan

pdip-jatim-dpr-ri-300621-sadarestuwati-h

NGANJUK – Tumpengan tak sekadar makan nasi tumpeng ramai-ramai. Lebih dari itu, ada ritual komunikasi manusia dengan Tuhan, serta upaya merajut kerukunan antar sesama.

“Tumpengan memang tradisi yang berkembang di masyarakat Nganjuk. Biasanya dilaksanakan saat memulai suatu acara untuk doa keselamatan kepada Tuhan, bisa juga selesai acara sebagai ungkapan syukur karena hajatan terlaksana,” ungkap Koordinator Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Sadarestuwati Kabupaten Nganjuk, Muhammad Zein Lutfi, Rabu (30/6/2021).

Demikian pula saat aspirasi atau usulan program dari warga yang disampaikan melalui Sadarestuwati kemudian terealisasi, warga pun menggelar tumpengan.

Sejauh pengalaman MZ Lutfi berkecimpung di Rumah Aspirasi Sadarestuwati, tumpengan dilaksanakan warga dengan waktu yang berbeda-beda. Ada yang melakukan sebelum memulai pengerjaan program, ada juga yang saat sudah selesai.

“Kalau menu tumpeng sih sederhana. Yang terpenting adalah doa bersama kepada Tuhan agar program bisa mendapatkan berkah dan bermanfaat untuk masyarakat. Selamatan dengan menggelar tumpengan sekaligus ajang silaturahmi,” kata Lutfi.

Tumpengan biasanya diikuti perangkat desa dan warga. Terkadang, kata Lutfi, juga dihadiri forkopimcam. Dengan berkumpulnya perangkat dan warga, ini ada semacam mufakat tak tertulis untuk bersama-sama menjaga program yang sudah diperjuangkan Sadarestuwati hingga realisasi.

“Misalnya, setelah selesai pembangunan saluran irigasi di sawah. Bagaimana irigasi ini tidak dimaknai hanya bermanfaat untuk petani, tapi menjadi milik bersama seluruh warga. Sehingga perlu dirawat dan dijaga bersama-sama,” kata Lutfi.

Dijelaskan Lutfi, Sadarestuwati yang juga Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, sejauh ini berhasil memperjuangkan berbagai aspirasi dari warga Nganjuk. Misalnya pembangunan saluran irigasi dari program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI). “Untuk di Kabupaten Nganjuk, P3-TGAI sudah terealisasi di 25 titik,” kata Lutfi.

Selain itu, lanjut dia, program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Program infrastruktur yang menghubungkan antar dua desa atau lebih berupa jalan maupun jembatan senilai Rp 600 juta. “Jembatan sudah realisasi di empat kecamatan,” pungkas Lutfi. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pastikan Pelyanan Air Bersih Optimal, Bupati Lukman Bersepeda Tinjau Pompa PDAM di Tragah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan melakukan aktivitas bersepeda pada Sabtu (3/10/2026) untuk melihat secara langsung ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kunjungan Bawaslu, Pastikan Pemutakhiran Data SIPOL Tertib Administrasi

TUBAN – DPC PDI Perjuangan Tuban menerima kedatangan sejumlah komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ...
KRONIK

Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, ASDP dan Pemkab Banyuwangi Geber Peningkatan Kapasitas Dermaga

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar pertemuan ...
KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...