Senin
24 Agustus 2026 | 9 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pramono Anung Berharap Kediri Segera Punya Bandara

pdip-jatim-mas-pram-haryanti

KEDIRI – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berharap Kediri segera punya bandara baru. Rencana pembangunan bandara ini sekarang masih dalam proses.

“Tempatnya dimana saya enggak sebutkan. Nanti banyak yang berbondong-bondong jadi makelar tanah,” kata Pramono.

Hal ini dia sampaikan saat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Ngadiluwih, di Kabupaten Kediri, Senin (15/5/2017).

Selama ini, jelas Pramono, bagi warga Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kertosono, dan Jombang, kalau ke Jakarta, atau mau kemana-mana itu jauh sekali. Apalagi untuk menempuh perjalanan ke Surabaya sekitar 4 jam.

Oleh karena itu, mantan Sekjen PDI Perjuangan ini berharap dengan dukungan Menteri PUPR, Kediri segera punya bandara baru.

Soal pembangunan Jembatan Ngadiluwih di Sungai Brantas, dia berharap bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa berkembang dengan baik dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Karena di barat sungai juga ada aktivitas ekonomi. Kami yakin akan bisa menjadi lebih baik,” ucapnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri, Kapolresta Kediri, Dirjen Bina Marga KemenPUPR, Kepala BBPJN VIII Surabaya (Jawa Timur – Bali), Ir I Ketut Darmawahana, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Jembatan Ngadiluwih yang melintas Sungai Brantas dibangun dengan anggaran Rp 32.772.820.000, yang bersumber dari APBN.

Jembatan Ngadiluwih diyakini akan memberi manfaat untuk peningkatan transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngaduluwih dan perbatasan Kediri/Tulungagung menuju ke rencana jalan strategis nasional Selingkar Wilis.

Dalam kunjungannya di Kediri, Pramono Anung dan Basuki Hadimoeljono melihat proyek pembangunan jembatan Brawijaya yang mangkrak di Kota Kediri.

Menurut Mas Pram, sapaan seskab, Jembatan Brawijaya itu sudah hampir empat tahun mangkrak. Menteri PUPR, sebutnya, telah minta dihitung ulang untuk bisa diselesaikan.

“Kalau ini nanti sudah selesai maka persoalan hukumnya kita akan pisahkan, karena ini memang ada persoalan hukum yang terjadi pada waktu itu, sehingga pembangunannya dihentikan,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...
KRONIK

Fatmawati Trophy Angkat Kreativitas Desain Kebaya dan Kerudung di Jawa Timur

SURABAYA – Kompetisi desain kebaya dan kerudung Jawa Timur bertajuk Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Hotel ...
EKSEKUTIF

Kampung Tempo Dulu di Magersari, Cak Sandi Dorong UMKM dan Permainan Tradisional Hidup Lagi

MOJOKERTO – Suasana tempo dulu kembali hidup di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Bukan sekadar nostalgia, ...
KRONIK

Konsolidasi Partai Tak Hanya Lewat Agenda Resmi, Armuji: Kegiatan Olahraga dan Seni Juga

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar konsolidasi internal bersama Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati ...
KRONIK

Tari Remo Gagrak Anyar Buka Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tari Remo Gagrak Anyar menjadi pembuka dalam kegiatan Konsolidasi Internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ...