Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pramono Anung Berharap Kediri Segera Punya Bandara

pdip-jatim-mas-pram-haryanti

KEDIRI – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berharap Kediri segera punya bandara baru. Rencana pembangunan bandara ini sekarang masih dalam proses.

“Tempatnya dimana saya enggak sebutkan. Nanti banyak yang berbondong-bondong jadi makelar tanah,” kata Pramono.

Hal ini dia sampaikan saat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Ngadiluwih, di Kabupaten Kediri, Senin (15/5/2017).

Selama ini, jelas Pramono, bagi warga Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kertosono, dan Jombang, kalau ke Jakarta, atau mau kemana-mana itu jauh sekali. Apalagi untuk menempuh perjalanan ke Surabaya sekitar 4 jam.

Oleh karena itu, mantan Sekjen PDI Perjuangan ini berharap dengan dukungan Menteri PUPR, Kediri segera punya bandara baru.

Soal pembangunan Jembatan Ngadiluwih di Sungai Brantas, dia berharap bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa berkembang dengan baik dan juga bermanfaat bagi masyarakat. Karena di barat sungai juga ada aktivitas ekonomi. Kami yakin akan bisa menjadi lebih baik,” ucapnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri, Kapolresta Kediri, Dirjen Bina Marga KemenPUPR, Kepala BBPJN VIII Surabaya (Jawa Timur – Bali), Ir I Ketut Darmawahana, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Jembatan Ngadiluwih yang melintas Sungai Brantas dibangun dengan anggaran Rp 32.772.820.000, yang bersumber dari APBN.

Jembatan Ngadiluwih diyakini akan memberi manfaat untuk peningkatan transportasi jaringan jalan dari Kota Kediri, Kecamatan Ngaduluwih dan perbatasan Kediri/Tulungagung menuju ke rencana jalan strategis nasional Selingkar Wilis.

Dalam kunjungannya di Kediri, Pramono Anung dan Basuki Hadimoeljono melihat proyek pembangunan jembatan Brawijaya yang mangkrak di Kota Kediri.

Menurut Mas Pram, sapaan seskab, Jembatan Brawijaya itu sudah hampir empat tahun mangkrak. Menteri PUPR, sebutnya, telah minta dihitung ulang untuk bisa diselesaikan.

“Kalau ini nanti sudah selesai maka persoalan hukumnya kita akan pisahkan, karena ini memang ada persoalan hukum yang terjadi pada waktu itu, sehingga pembangunannya dihentikan,” jelasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...