Sabtu
24 Oktober 2026 | 2 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Praktik Demokrasi Harus Dijalankan dalam Tradisi Bangsa Sendiri

pdip-jatim-hasto-fisip-unair

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan bahwa demokrasi Indonesia sudah kebablasan, harus dicermati.

Sebab, jelas Hasto, dalam praktiknya demokrasi di Indonesia sekarang ini memang jauh dari nilai-nilai warisan budaya bangsa. Seperti perikemanusiaan, gotong royong, musyawarah mufakat, menghormati, dan teposeliro.

Hasto menyebut, tatanan demokrasi Indonesia didasarkan pada Pancasila, perikemanusiaan, musyawarah mufakat dan keadilan sosial.

“Demokrasi itu hidup di wilayah budaya politik, gotong royong, menghormati tepo sliro,” kata Hasto, kemarin.

Sehingga, jelas Hasto, praktik demokrasi di Indonesia harusnya dijalankan tetap dalam tradisi kebudayaan bangsa sendiri. “Kita bukan demokrasi ala barat, kita demokrasi yang dibangun dalam tradisi Indonesia,” ujar dia.

Sayangnya, tambah Hasto, kini praktik demokrasi dijalankan dengan kecenderungan saling menghujat dan menyebarkan ujaran kebencian. “Itulah instrumen dasar demokrasi kebablasan,” paparnya.

Dia mencontohkan, dalam pilkada itu mencari kepala daerah yang berkualitas, mumpuni dengan track record bagus.

“Tapi yang muncul kemudian adalah mobilisasi massa dan penyebaran ujaran kebencian yang tidak sesuai demokrasi budaya Indonesia,” ucap Hasto.

Sebelumnya,  saat menghadiri pengukuhan pengurus Partai Hanura di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (22/2/2017) pagi, Jokowi mengatakan, demokrasi kita saat ini sudah terlalu kebablasan.

Menurut Jokowi, praktik demokrasi politik yang kita laksanakan telah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang ekstrem. Seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan terorisme, serta ajaran yang lain, yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Tapi dia meyakini, bahwa ini juga menjadi ujian, yang nantinya kalau ini bisa dilalui dengan baik, akan menjadikan bangsa Indonesia semakin dewasa, semakin matang, semakin tahan uji. Bukan justru melemahkan.

Kuncinya, dalam demokrasi yang kebablasan, sebut Jokowi, adalah penegakan hukum. Menurutnya, aparat hukum harus tegas, dan tidak ragu-ragu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...