TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengambil langkah strategis dalam penyusunan kepengurusan periode 2025 – 2030 dengan melibatkan kalangan profesional dan birokrat berpengalaman.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya partai untuk memperkuat pengabdian kepada rakyat dan menjawab tantangan pembangunan daerah.
Salah satu figur yang dipercaya masuk dalam struktur kepengurusan baru adalah Ramelan, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek.
Ramelan didapuk sebagai Wakil Ketua Bidang Politik Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Reformasi Birokrasi DPC PDI Perjuangan Trenggalek.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa penunjukan Ramelan merupakan bagian dari upaya menghadirkan warna baru di tubuh partai, sekaligus memperkuat kerja-kerja ideologis dan teknokratis PDI Perjuangan di daerah.
“Pak Ramelan memiliki pengalaman panjang di birokrasi dengan pengabdian hampir 32 tahun, sehingga kehadirannya diharapkan dapat menjadi warna baru sekaligus memperkaya perspektif PDI Perjuangan Trenggalek,” ujar Doding Rahmadi, Senin (5/1/2025)
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek itu menjelaskan, salah satu pertimbangan utama adalah kematangan Ramelan dalam birokrasi pemerintahan, yang dinilai selaras dengan kebutuhan partai dalam memperjuangkan suara rakyat.
“Selain matang secara birokrasi, kehadiran kalangan profesional di kepengurusan partai diharapkan dapat mempermudah langkah PDI Perjuangan dalam mengabdi kepada masyarakat Trenggalek,” lanjutnya.
Dia menambahkan, dalam kepengurusan baru ini terdapat sekitar 30 persen perombakan, dengan melibatkan unsur profesional dari berbagai latar belakang.
“Dari 30 persen perombakan kepengurusan, ada yang berasal dari kalangan profesional. Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang terbuka dan adaptif,” ungkap wakil rakyat dari Dapil Kecamatan Gandusari, Karangan, dan Suruh ini.
Menurutnya, birokrat selevel kepala dinas merupakan sosok yang telah teruji secara keilmuan, pengetahuan, pengalaman, serta komunikasi yang matang sehingga dibutuhkan dalam merumuskan konsep-konsep strategis, khususnya dalam penguatan otonomi daerah dan reformasi birokrasi.
“Konsep berpikir dan pengalaman mereka sangat dibutuhkan agar pengabdian partai kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Doding juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan selalu membuka ruang bagi kalangan birokrat maupun profesional yang memiliki komitmen kerakyatan dan sejalan dengan nilai-nilai partai.
“Kami welcome kepada kalangan birokrat yang ingin bergabung dengan PDI Perjuangan. Sejak awal, PDI Perjuangan adalah partai terbuka,” tandasnya.
Dia berharap hadirnya wajah-wajah baru dari kalangan profesional dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat manfaat nyata kehadiran partai di tengah masyarakat Kota Alen-alen.
“Jika kita konsisten melayani masyarakat dengan baik, tentu akan menimbulkan efek positif, termasuk dalam menghadapi agenda politik ke depan seperti Pemilu 2029,” ujarnya.
Dengan mengedepankan profesionalisme, Doding optimistis kepengurusan baru PDI Perjuangan Trenggalek mampu menjadi daya ungkit bagi kemajuan partai ke depan.
“Semoga dengan warna baru ini dapat melahirkan terobosan-terobosan baru dalam menjalankan amanah partai dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” pungkasnya. (aris/pr)