Selasa
22 September 2026 | 7 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringatan HSN 2023, Sumenep Gelar Musabaqoh Qira’atul Kitab

PDIP-Jatim-Bupati-Sumenep-20102023

SUMENEP – Kitab kuning merupakan sumber ilmu pengetahuan di kalangan para santri. Kitab kuning menjadi rujukan sekaligus pijakan dalam membaca kondisi zamannya. Karenanya, tradisi baca kitab kuning perlu mendapatkan ruang untuk memotivasi dan mendorong santri dalam mengembangkan kemampuannya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat membuka acara Musabaqoh Qira’atul Kitab (MQK) di Pendopo Keraton Sumenep, Kamis (20/10/2023).

“Santri merupakan potensi besar dalam pengembangan ilmu-ilmu yang bersumber dari kitab kuning, sehingga melalui kegiatan itu adalah bagian proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan,” ujar Bupati Fauzi.

Kegiatan MQK merupakan rangkaian Hari Santri Nasional 2023 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Sumenep.

Bupati Fauzi berharap pelaksanaan MQK tidak hanya menjadi ajang lomba santri dalam membaca kitab kuning, namun juga menjadi ajang silaturrahim antarpondok pesantren di Kabupaten Sumenep.

“Kitab kuning sebagai kajian dan sumber memahami ilmu-ilmu agama Islam, hendaknya terus dilakukan secara mendalam sebagai solusi atas kompleksitas permasalahan yang dihadapi umat manusia,” jelasnya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah mendukung kelancaran dan suksesnya kegiatan ini,” tandas pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Kamiluddin, mengatakan, jumlah peserta sebanyak 72 santri untuk memperebutkan juara terbaik satu hingga tiga dan juara harapan satu sampai tiga.

Total hadiah kejuaraan MQK sebesar Rp7 juta, yang pendanaan kegiatannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2023.

“Ketentuan penilaian meliputi tiga aspek, yakni bacaan maqra, pemahaman makna maqra dan kedalaman analisis maqra dan kontekstualisasi pemahaman maqra terhadap isu-isu kontemporer yang relevan,” terang Kamiluddin. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp126,22 Miliar, Minta Realisasi APBD Kota Batu Diperbaiki

BATU — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu menyoroti tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Magetan Soroti Pengadaan Videotron dan Mobil Dinas PKK 

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar sidang paripurna dengan agenda ...
KRONIK

Tinjau Mata Air Mandhung, Bupati Lukman: Air untuk Masa Depan Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan, sumber air bukan hanya persoalan ketersediaan air pada saat ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Minta Pimpinan Komisi VIII DPR Serius Sikapi Masalah UINSA

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong evaluasi total terhadap tata kelola Perguruan Tinggi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Pemkab Malang Lebih Peka Baca Tanda Krisis, Jangan Tunggu Jadi Kegaduhan

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang lebih peka ...
LEGISLATIF

Puan: Capaian Asian Games Harus Jadi Dasar Penguatan Pembinaan Olahraga Berkelanjutan

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar setiap capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya ...