Senin
24 Agustus 2026 | 4 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringatan Harlah Pancasila, Ini Pesan Megawati untuk Pemimpin

pdip-jatim-240601-msp-di-ende-ntt

JAKARTA – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan, seorang pemimpin harus bisa berjuang demi kepentingan bangsa dan menjadi suri tauladan bagi rakyat.

Hal itu disampaikan Megawati dalam amanat Hari Lahir Pancasila yang dibacakan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Upacara Bendera Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024).

Megawati berkata, sang Proklamator RI Soekarno menghadapi tantangan berat demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dia berkata, api perjuangan Bung Karno ditemukan di Ende. Sebab, Ende merupakan salah satu tempat pengasingan Bung Karno.

“Situasinya sungguh sangat berat. Beliau sendiri mengatakan, kalau di Sukamiskin tubuhku di penjara, di Flores ini semangatku di penjara. Aku diasingkan dari manusia, dan diriku bagaikan seekor burung elang yang dipotong sayapnya,” kata Megawati dalam amanat yang dibacakan Hasto.

Selama masa pengasingan, kata Megawati, Bung Karno sempat ditawarkan seorang stoker untuk keluar secara diam-diam dari Ende. Namun, Bung Karno menolak tawaran dan memilih tetap di Ende lantaran ingin menunjukkan bahwa seorang pemimpin juga menderita dalam memperjuangkan cita-cita.

“Bung Karno menolak dan mengatakan, itu bukan cara Bung Karno, kabur dari tempat pembuangan. Oleh rakyat, aku dianggap sebagai lambang dari perjuangan kemerdekaan. Dengan tetap tinggal di tempat ini, rakyat dapat menilai, bagaimana pemimpin mereka juga menderita untuk cita-cita. Lebih baik bagi Soekarno untuk tetap berada di tempat ini, sebagai pengorbanan dari cita-cita,” kata Megawati dalam amanat yang dibacakan Hasto.

Meski demikian, Presiden kelima RI itu mengatakan, Bung Karno percaya para tokoh kemerdekaan akan menang meski perjuangan dilakukan dari Ende, Flores. Langkah Bung Karno yang tetap berjuang dari Ende, dinilai Megawati menunjukkan nilai penting bahwa pemimpin berjuang bukan untuk kepentingan pribadi.

“Betapa bergetar hati kita melihat semangat pemimpin seperti itu. Pemimpin tidak pernah lari dari tanggung jawab. Pemimpin itu berjuang bagi kepentingan bangsanya, dan menjadi suri teladan bagi rakyat yang dipimpinnya,” kata Megawati. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...