NGAWI – Dua peristiwa kebakaran besar terjadi di Kabupaten Ngawi dalam sepekan ini. Musibah memilukan itu terjadi di Kecamatan Karanganyar dan Widodaren, dalam waktu yang berdekatan.
Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Menilik dari kejadian bencana itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, mengingatkan warga masyarakat agar berhati-hati saat meninggalkan rumah. Pemilik rumah harus memastikan api telah padam, dan tidak ada konsleting listrik.
“Dua kejadian musibah kebakaran kemarin akibat korsleting listrik. Kami mengimbau agar masyarakat ketika akan meninggalkan rumah, harus dipastikan aman,” kata Wabup Antok, pada Jumat (10/6/2022).
Khusus korsleting listrik, Wabup Antok meminta masyarakat agar kembali mengecek instalasinya. Sebab, bukan tidak mungkin telah terjadi perubahan saluran listrik seperti saat pertama kali dipasang.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengingatkan, saat masyarakat ingin merubah instalasi, atau menambah titik pada saluran listrik agar diserahkan pada ahlinya. Menurutnya, jika dilakukan oleh awam, atau dikerjakan secara asal-asalan bisa berisiko kebakaran.

“Itu sangat penting dan vital. Karena dua kejadian kebakaran kemarin akibat konsleting listrik, dan rumah ditinggal kosong pemiliknya,” beber Wabup Antok mengingatkan.
Beberapa waktu lalu Wabup Antok juga meninjau kondisi rumah korban kebakaran. Yakni di Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, dan di Desa Sidolaju Kecamatan Widodaren.
Dalam tinjauannya, Wabup Antok menyerahkan bantuan sosial. Berupa uang tunai senilai Rp15 juta untuk masing-masing korban kebakaran.
“Tentu saja kami atas nama pemerintah daerah cukup prihatin atas kejadian kebakaran tersebut. Dan juga menyerahkan bantuan dari pemerintah daerah, untuk warga yang mengalami bencana,” ujarnya.
Dijelaskan Wabup Antok, bantuan sosial dari anggaran Pemkab Ngawi tersebut tidak hanya untuk warga yang mengalami bencana kebakaran. Namun juga berlaku untuk seluruh bencana yang dialami warga.
“Bantuan sosial ini untuk warga yang mengalami bencana. Seperti banjir, kekeringan, kebakaran, dan lainya,” papar Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS