Sabtu
14 Februari 2026 | 5 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemerintah Akan Mati-matian Turunkan Angka Kesenjangan

pdip-jatim-jokowi-rapat-istana-bogor

BOGOR — Presiden Joko Widodo mengatakan, ada beberapa sektor yang harus diperbaiki pada tahun 2017 dan 2018, salah satunya terkait ekonomi yang belum merata.

Menurut Jokowi, masalah pemerataan ekonomi ini, ke depan akan jadi perhatian besar pemerintah.

“Kita harus kerja keras mati-matian menurunkan angka kesenjangan. Baik kesenjangan antar-wilayah, kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Yang ini jadi concern besar pemerintah ke depan,” tandas Jokowi.

Penegasan ini dia sampaikan saat memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1/2017).

Kesenjangan yang masih tinggi, lanjut Jokowi, bisa dilihat dari indeks kesenjangan pengeluaran penduduk Indonesia atau gini ratio.

Pada Maret 2016, indeksnya sebesar 0,39. Angka itu menurun dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar 0,41.

“Meski kita tahu angka gini ratio sedikit membaik, apa pun kalau kita lihat angkanya pada posisi yang tinggi,” ujarnya.

Untuk mengurangi kesenjangan itu, kader PDI Perjuangan ini menekankan, bahwa kebijakan redistribusi aset dan legalisasi tanah sangat penting. Dia minta Kementerian Agraria dan Tata Ruang segera kebut sertifikasi tanah warga.

Jokowi juga minta kementerian lingkungan hidup dan kehutanan mempercepat proses legalisasi hutan adat untuk masyarakat adat setempat. Selain itu, Jokowi minta penguatan program akses rakyat untuk mendapat modal.

Tahun ini dan tahun depan, katanya, kredit usaha rakyat (KUR) makin menjangkau luas masyarakat, makin besar jumlahnya, dan mudah diperolehnya.

“Asuransi juga harus diberikan, ditingkatkan, sehingga kita bisa mendorong keuangan inklusif,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga minta agar akses rakyat mendapat keterampilan diperluas dengan pendidikan kejuruan dan vokasional training.

Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga harus diperluas bagi rakyat tidak mampu.

“Tadi malam saya telepon menteri pendidikan dan kebudayaan agar Kartu Indonesia Pintar bisa diberikan kepada semua anak yatim yang ada di negara kita, dan segera ini bisa kita mulai,” kata Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Tawarkan Inkubasi UMKM bagi Guru PPG Non Sertifikasi

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi alternatif bagi guru Pendidikan ...
KRONIK

Saat Banyak Usaha Tumbang, Sofi Justru Menemukan Peluang di Kandang Sapi

BONDOWOSO – Di saat banyak usaha terpukul pandemi Covid-19 pada 2020, Sofi Indriasari justru menemukan jalan baru ...
LEGISLATIF

Aspirasi Gen-Z Mencuat dalam Reses DPRD Jatim, Program Pelatihan Gratis Disiapkan

SURABAYA – Kebutuhan ruang pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z menjadi salah satu aspirasi utama yang ...
KRONIK

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadan, Bupati Lukman Gelar Pangan Murah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ...
EKSEKUTIF

Setiap Selasa dan Jumat Kerja Bakti, Ini Langkah Baru Pemkab Blitar

BLITAR – Upaya membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan mulai diperkuat di Kabupaten Blitar. Pemerintah ...
KRONIK

Gerakan Jumat Naik Angkutan Umum, Bupati Ipuk Pilih Becak Listrik ke Kantor

BANYUWANGI – Gerakan menggunakan transportasi umum dan ojek online tiap Jumat konsisten dilakukan karyawan di ...