oleh

PDIP: Terorisme Tak Diterima di Bumi Pancasila, Negara Tidak Boleh Kalah

BLITAR – Menyikapi kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendorong aparat kepolisian bersikap tegas dalam menangani aksi terorisme. Sebab bertentangan dan tidak diterima di bumi Pancasila.

“Melihat patriot RI menjadi korban tindak kekerasan, PDIP memberikan dukungan pada jajaran kepolisian untuk bersikap tegas. Dari yang terjadi menunjukkan terorisme, radikalisme tidak diterima di bumi Pancasila, dengan demikian negara tidak boleh kalah,” tegas Hasto, saat di Kota Blitar, kemarin.

Dia juga mengajak semua elemen bangsa untuk aktif mencegah tumbuhnya benih-benih terorisme dengan berbagai cara. “Langkah yang dilakukan seluruh aparat penegak hukum juga menunjukkan pencegahan ini sangat penting,” ujarnya.

Hasto menyebutkan, sikap tegas aparat itu juga menunjukkan kewibawaan, martabat dari negara yang mempunyai ideologi Pancasila.

“Apapun terorisme harus diberikan perlakuan khusus, tidak hanya program deradikalisasi tapi juga penanganan secara khusus. Langkah yang dilakukan seluruh aparat penegak hukum juga menunjukkan pencegahan ini sangat penting,” ujarnya.

Dia juga menegaskan untuk terus membumikan Pancasila, dengan harapan jangan sampai agama djadikan tameng dan menjadi alat dalam menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila terutama ketuhanan dan kemanusiaan.

PDI Perjuangan, tambah Hasto, juga mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya karena para patriot menjadi korban atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menegaskan negara tidak takut terhadap terorisme. “Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberi ruang kepada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, kemarin.

Jokowi didampingi Menko Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius, Komandan Korps Brimob Irjen Rudy Sufahriadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Jokowi mengucap syukur karena seluruh narapidana terorisme yang melakukan penyanderaan di Mako Brimob sudah menyerahkan diri. Dia juga berterima kasih kepada para aparat.

“Terima kasih sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat menyelesaikan peristiwa ini,” ucapnya.

Jokowi juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya 5 anggota kepolisian dalam peristiwa ini. “Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujar Jokowi.

Kerusuhan terjadi di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kepala Dua, Depok, sejak Selasa (8/5/2018) malam. Meski sempat ada perlawanan, sebanyak 155 tahanan di rutan cabang Salemba yang ada dalam Mako Brimob akhirnya menyerahkan diri pada Kamis pagi. (goek)