Rabu
16 September 2026 | 6 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pak Kus Dukung Terbentuknya Kopi Manis KBM Jatim

pdip-jatim-kusnadi-sarasehan-KBM

PASURUAN – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi SH menutup acara sarasehan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Jawa Timur, di aula Diklat Bank Jatim di Prigen, Pasuruan, Minggu (5/2/2017).

Sarasehan bertema “Eksistensi dan Relevansi Ideologi Marhaenisme dalam Pergolakan Masyarakat Global” ini berlangsung sejak Sabtu (4/2/2017).

Sebelum penutupan, Kusnadi menjadi salah satu pembicara sarasehan. Panitia juga menjadwalkan kehadiran Gubernur atau Wagub Jatim yang juga bakal menutup acara sarasehan.

Oleh karena yang bersangkutan berhalangan hadir, maka Kusnadi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur didaulat menutup sarasehan.

Pada kesempatan itu, Kusnadi mengatakan, bahwa Keluarga Besar Marhaenis merupakan organisasi yang terus konsisten meyakini kebenaran Marhaenisme ajaran Bung Karno.

Secara historisnya, sebut Kusnadi, KBM itu lebih ‘tua’ dari PDI Perjuangan.

Kusnadi juga mengapresiasi dan mendukung rencana KBM yang akan melakukan kaderisasi, serta membentuk organisasi-organisasi sayap, untuk mengembangkan KBM.

Menurutnya, kaderisasi sebagai salah satu rencana kerja KBM, merupakan langkah luar biasa di tengah fenomena adanya degradasi nasionalisme khususnya di kalangan muda.

“Kita punya kewajiban sama untuk menjatidirikan bangsa. Sebab, kehilangan terbesar kita saat ini adalah jati diri. Kita kehilangan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” kata Kusnadi.

Di sela acara sarasehan ini juga dilakukan pengukuhan organisasi sayap KBM. Yakni Koperasi Kaum Marhaenis (Kopi Manis) Sejahtera Jawa Timur.

Politisi yang akrab disapa Pak Kus ini juga mengapresiasi pembentukan badan usaha asli Indonesia tersebut. Sebab, jelasnya, secara ideologis, koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia.

Koperasi, tambah Pak Kus, sesuai dengan prinsip kehidupan bangsa Indonesia, yakni gotong royong. “Prinsip dasar kehidupan bangsa Indonesia ini, di bidang ekonomi diwujudkan dalam koperasi,” urainya.

PDI Perjuangan Jatim, ungkapnya, juga sudah membuat Koperasi Mega Bhakti, sebagai salah satu sayap partai.

Dia yakin, jika dijalankan dengan benar, koperasi tdak akan rugi atau bangkrut, karena kegiatan usaha ini modalnya akan selalu bertambah seiring dengan bertambahnya anggota koperasi. Yakni dari iuran pokok dan iuran wajib anggota.

“Apapun yang kita lakukan, akan berhasil jika kita mau kerja keras,” ucap Kusnadi.

Sarasehan berlangsung dua hari itu dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) KBM Jatim Hadi Pranoto dan Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KBM Joko Sugiarto. Sedang peserta berasal dari kabupaten/kota se-Jatim. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bantu Air Bersih di 5 Desa Kecamatan Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih terus meluas di wilayah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Usulkan Pekerja Kebersihan Kampung Digandeng BPJS Ketenagakerjaan

SURABAYA — DPRD Kota Surabaya mendorong pekerja kebersihan di lingkungan kampung yang selama ini menerima upah dari ...
KRONIK

Kawal Penyaluran Air, Natasha Devianti Pastikan Bantuan Masuk Wilayah Kekeringan Bojonegoro

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Natasha Devianti, bergerak, mengawal penyaluran air bersih ...
EKSEKUTIF

Rijanto Cek Jalan dan Jembatan di Blitar, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Bermanfaat

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto turun langsung mengecek progres pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah ...