Kamis
15 Oktober 2026 | 10 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PAC Waru Doa Bersama dan Tumpengan Memperingati Bulan Bung Karno 2023

IMG-20230611-WA0025_copy_959x539

SIDOARJO – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo menggelar doa bersama untuk memperingati Bulan Bung Karno tahun ini.

Doa bersama disertai pemotongan tumpeng dilaksanakan di rumah Ketua PAC Waru  Raymond Tara, di Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Sabtu (10/6/1023) malam.

Acara dihadiri pengurus PAC, Pengurus Ranting, mantan-mantan pengurus PAC dan tokoh senior Partai.

Ketua PAC, Raymond Tara dalam penjelasannya menyampaikan, acara sekaligus untuk melakukan refleksi dan perenungan para kader PDI Perjuangan sebagai penerus cita dan perjuangan Bung Karno.

Apalagi, lanjut pria yang akrab disapa Tara ini, pada bulan Juni setidaknya ada tiga peristiwa sejarah yang berkaitan langsung dengan Bung Karno.

Pertama, 1 Juni 1945. Bung Karno dalam pidatonya pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menjelaskan 5 dasar negara yang ia namakan Pancasila.

Dari pidato Bung Karno tersebut, kemudian dilanjutkan pada sidang berikutnya pada 22 Juni 1945.  Hingga akhirnya, dasar negara yang  bersumber dari pidato Bung Karno ditetapkan pada 18 Agustus 1945 dengan susunan sila-sila seperti saat sekarang.

Dari rangkaian peristiwa itu sehingga saban 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

“Ini menjadi renungan bersama kita semua, para kader, sejauh mana kita menerapkan Pancasila dalam tugas sebagai legislatif, sebagai kader partai. Bahkan sebagai pribadi-pribadi, sejauh mana kita ber-Pancasila,” kata Tara.

Peristiwa penting lainnya, kedua, 6 Juni 1901, yakni lahirnya Bung Karno. Sang proklamator kemerdekaan RI itu lahir di sebuah rumah kontrakan di Gang Pandean IV Surabaya.

“Bung Karno seperti kita semua, dari wong cilik. Lahirnya saja di rumah kontrakan di gang sempit. Meski begitu, perjuangannya bagi bangsa dan negara sangat luar biasa,” katanya.

baca juga: Di Tulungagung, Bocah Sukarno Diajari Sarinah Ihwal Mencintai Rakyat Kecil

Ketiga, 21 Juni 1970. Pada waktu itu Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di Jakartaa dan dimakamkan di Blitar.

“Peristiwa-peristiwa penting tersebut menjadi pengingat dan penyemangat kita semua, kader PDI Perjuangan untuk meneruskan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai terkandung dalam Pancasila,” pungkas Tara. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar GAS NIKAH di Yayasan Taufiqus Sibyan, Hj. Ansari Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan masyarakat agar mencatatkan pernikahan ...
KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Entrepreneur dan Buka Lapangan Kerja

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong generasi muda menjadi entrepreneur yang mampu ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Lindungi Warga Terdampak Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...