JEMBER – Anggota Komisi B DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho mendorong agar penggilingan swasta bermitra dengan Bulog. Permintaan itu disampaikan guna bisa menyerap lebih banyak gabah kering panen (GKP) dari petani.
“Kondisi alat penggilingan yang dimiliki Bulog memang terbatas. Hal itu tentu berpengaruh kepada jumlah gabah yang terserap,” kata Wahyu yang akrab disapa Nuki, Sabtu (3/5/2025).
Selain berkoordinasi dengan Bulog, Nuki juga mengungkapkan bahwa lantai jemur di Bulog juga sangat terbatas. Sehingga dengan keterbatasan itu, kemampuan serapan gabah dari petani hanya 120 ton per hari.
Sementara panen raya diprediksi masih akan berlangsung sampai pertengahan Mei dan dengan luasan 39 ribu hektar sawah yang ditanami padi di Jember.
“Maka GKP Yang harus diserap kurang lebih 60 ribu ton. Tapi jika masih mengandalkan Bulog, hanya 120 ton. Tentunya ini akan sangat jauh dari kemampuan menyerap gabah secara keseluruhan,” jelasnya.
Sementara ini dari catatannya, penggilingan swasta yang sanggup dan mau bermitra dengan Bulog hanya kurang lebih 5 sampai 6 dari 90 penggilingan. Hal itu dikarenakan kapasitas penggilingan swasta bervariasi.
Untuk itu dia berharap banyak penggilingan yang bersedia bermitra dengan Bulog. Selain serapan gabah bisa teratasi, masalah lain seperti antrean pembongkaran juga bisa ikut terpecahkan sehingga kualitas GKP bisa terjaga.
“Tapi harus diimbangi dengan kualitas. Karena memang kejadian di lapangan ada oknum-oknum yang mengirimkan gabah kurang bagus kualitasnya. Contohnya ada gabah yang menghitam, ada juga banyak kotoran-kotoran yang ada di dalamnya,” tutur politisi yang juga pengusaha SPBU ini. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










