TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi alternatif bagi guru Pendidikan Profesi Guru (PPG) non sertifikasi yang mengeluhkan persoalan kesejahteraan, melalui program inkubasi UMKM dan pemanfaatan platform digital untuk menambah penghasilan.
Solusi tersebut disampaikan Novita saat menemui para guru PPG non sertifikasi di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Kamis (12/2/2026), dalam agenda penyerapan aspirasi masyarakat.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu, persoalan kesejahteraan guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Sambil mendorong penyelesaian status dan hak guru di tingkat pusat, ia menilai perlu ada langkah praktis yang dapat segera dijalankan.

“Saya tidak bisa membiarkan masalah ini tanpa solusi. Karena itu, saya menawarkan inkubasi UMKM serta peluang menjadi affiliate maupun konten kreator agar para guru memiliki tambahan penghasilan,” ujar Novita, sebagaimana keterangan diterima media ini, Sabtu (14/2/2026).
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Ekonomi Kreatif, Novita menilai peluang ekonomi digital saat ini terbuka luas dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Ia mencontohkan, aktivitas kreatif melalui platform digital berpotensi memberikan penghasilan tambahan apabila dikelola secara konsisten.

“Dengan memanfaatkan platform digital secara kreatif, peluang tambahan penghasilan sangat mungkin. Ini bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan beban para guru,” katanya.
Tawaran tersebut disambut positif para guru PPG non sertifikasi, meski mereka tetap berharap adanya kejelasan status serta peningkatan kesejahteraan melalui kebijakan nasional.
Menanggapi hal itu, Novita menyatakan akan meneruskan aspirasi para guru kepada Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan guna mendorong solusi jangka panjang.
“Perjuangan status dan kesejahteraan tetap harus disuarakan. Saya akan terus mengawal dan berkoordinasi agar ada solusi yang lebih komprehensif,” ujarnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










