TRENGGALEK — Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, mendorong agar Ambulans Kemanusiaan dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan insidentil dan krusial masyarakat, mulai dari rujukan pasien ke fasilitas kesehatan hingga membantu warga yang kesulitan akses transportasi medis.
Hal tersebut disampaikan Novita usai menyerahkan Ambulans Kemanusiaan sekaligus bantuan sembako bagi kelompok rentan, fakir miskin, dan dhuafa di Kecamatan Karangan, Kamis pekan lalu.
“Ambulans ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat. Mulai dari rujukan pasien hingga membantu warga yang kesulitan akses medis,” tegas Novita dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, bantuan ambulans tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi masyarakat agar layanan kesehatan bisa lebih mudah dijangkau, khususnya bagi warga kurang mampu.

“Ambulans ini bukan milik pribadi, tetapi milik masyarakat Trenggalek. Ini wujud nyata agar warga bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat saat kondisi darurat,” ujarnya.
Politisi muda PDI Perjuangan ini juga mengajak seluruh kepala desa dan pemangku wilayah untuk memastikan fasilitas tersebut digunakan secara optimal dan tepat sasaran.
Selain penyerahan ambulans, kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu juga diisi pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Ia menilai, Ramadan menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Jika ada yang kesulitan, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk hadir dan saling menguatkan,” kata Novita.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Klinik Aba Husada itu turut dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, TP PKK, tokoh agama, serta masyarakat dari Kecamatan Karangan, Suruh, dan Tugu.
Melalui kegiatan ini, Novita menegaskan bahwa kerja politik harus hadir secara nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Negara harus benar-benar hadir. Tidak boleh ada warga yang merasa berjalan sendirian saat menghadapi kesulitan,” pungkasnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










