Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nikmati Akhir Pekan di Surabaya, Puti Mlaku-mlaku Nang Tunjungan

pdip-jatim-puti-tunjungan1

SURABAYARek, ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan. Rek ayo rek, rame-rame bebarengan. Cak ayo cak, sopo gelem melu aku. Cak, ayo cak, golek kenalan cah ayu.

Lagu legendaris dari penyanyi lawas Mus Mulyadi itu sesekali terdengar di sepanjang Jalan Tunjungan, saat Cawagub Puti Guntur Soekarno menghabiskan malam akhir pekan, Sabtu (24/2/2018).

Ditemani Wali Kota Tri Rismaharini, Mbak Puti menyusuri Jalan Tunjungan yang malam itu dipadati warga Surabaya.

Tak ayal, cucu proklamator kemerdekaan RI Bung Karno itu menarik perhatian warga yang datang dari penjuru Kota Pahlawan tersebut.

Apalagi, selama mengiringi Puti di event ‘Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan’ itu, Risma tak henti-hentinya memperkenalkan Puti sebagai calon wakil gubernur, kepada warga yang hadir.

“Saya ingin menikmati keramaian Jalan Tunjungan yang terkenal itu. Ini juga rehat kampanye, jadi sekalian saya refresh pikiran, ketemu arek-arek Suroboyo bikin semangat lagi,” kata Puti, saat di depan gedung Siola.

Puti tampil dengan kerudung merah dan pakaian lurik bergaya Jawa yang dia beli dari salah satu pasar tradisional saat berkunjung ke Kediri beberapa waktu lalu.

“Apa kabar Pak, Ibu? Apa kabar Cak? Selamat malam mingguan ya,” ucap Puti saat menyapa warga.

Sepanjang 500 meter menapaki Jalan Tunjungan, warga yang hadir memanggil nama Puti dan Risma. Jalan tersebut ditempuh dalam waktu hampir satu jam, karena kedua kader PDI Perjuangan ini kerap melayani warga untuk berfoto bersama.

Puti menyambut gembira event masyarakat Surabaya. Dalam event ini, Puti menilai ada gerakan ekonomi kerakyatan, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memamerkan hasil kreasi warga untuk dijual.

Mulai es degan kemasan, semanggi, hingga lontong balap. Ada sekitar 120 produk yang dijual warga Surabaya, produk tersebut langsung diserbu ribuan warga untuk mencicipinya.

“Inilah warga Surabaya yang mampu disiplin dan menciptakan peluang bersama. Event ini bisa menggairahkan ekonomi masyarakat,” ujar Puti.

Dia mengapresiasi pergelaran tersebut karena juga mengandung unsur edukasi sejarah.

Jalan Tunjungan memang punya nilai historis penting. Di sinilah terletak Hotel Yamato yang menjadi tempat perobekan warna biru pada bendera Belanda oleh arek-arek Suroboyo, sehingga tinggal merah-putih.

Di Jalan Tunjungan juga berdiri Gedung Siola yang pernah dijadikan tempat pejuang Surabaya menyusun strategi dalam melawan Inggris saat pertempuran bersejarah 10 Nopember.

“Event yang luar biasa bagus. Unsur ekonomi kerakyatan berpadu dengan sejarah dan keguyuban yang kental antar ribuan warga yang menyatu,” tutur dosen tamu Kokushikan University Jepang tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...