Senin
24 Agustus 2026 | 11 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nenek Sumirah Tak Tersentuh Bantuan Selama Pandemi, Eri Cahyadi: Saya yang Salah!

pdip-jatim-210826-eri-nenek-sumirah1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memberi pengarahan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya setelah mendengar laporan bahwa ada warganya yang tidak pernah menerima bantuan selama pandemi Covid-19.

Warga yang dimaksud Eri adalah Sumirah (89), yang tinggal di Jalan Simojawar 1 Nomor 50 RT 001 RW 001, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Sumirah hidup sebatang kara di tempat indekosnya yang berukuran sekitar 2×3 meter.

Dalam pengarahan yang digelar secara virtual, pada Rabu (25/8/2021), Eri tampak mengingatkan jajarannya untuk bekerja secara maksimal demi kemaslahatan warga.

Eri Cahyadi mengakui bahwa dirinya dan Pemkot Surabaya telah lalai karena ternyata Nenek Sumirah belum mendapatkan bantuan sama sekali.

Baca juga: Banteng Surabaya Bantu Nenek yang Belum Tersentuh Bantuan Selama Pandemi

“Siapa yang salah? pemerintah kota, saya yang salah,” ucap Eri dalam tayangan video dari Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (26/8/2021).

Eri juga mengunggah pernyataannya ini melalui akun resmi instagramnya di @ericahyadi_. Ia pun mempertanyakan kepada jajarannya mengapa sampai tidak mengetahui tentang kondisi Nenek Sumirah selama ini.

“Itu namanya keterlaluan. Berarti pejabat saya, mulai dari kepala OPD, Kasi, Kabid, Lurah, Camat, kasi kecamatan, kasi kelurahan, tidak pernah dekat dengan masyarakatnya,” sebut Eri.

“Kalau dekat dengan masyarakatnya, ya pasti ada laporan ini,” imbuh Eri.

Dia pun minta agar seluruh jajaran di Pemkot Surabaya turun ke bawah untuk mengetahui kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Surabaya, terutama warga kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

“Jangan pernah mulai hari ini lagi di Pemerintah Kota Surabaya ada orang miskin yang pejabat Pemerintah Kota Surabaya tidak tahu. Makanya muter, dikelilingi, dikelilingi itu daerahnya,” ujarnya.

“Saya minta maaf. Nenek Sumirah sudah dalam penanganan Pemkot Surabaya. Untuk teman-teman, adukan segala masalah di lapangan lewat aplikasi Wargaku atau hubungi 112,” ucap Eri.

Dia juga minta semua jajaran untuk tidak duduk di belakang meja saja, tetapi aktif turun langsung ke masyarakat.

“Saya minta tolong kepada panjenengan semua, kerja yang maksimal bukan karena harta atau tahta. Tapi ikhlas bekerja sebagai amalan jariyah,” ujar dia.

Tak hanya itu, Eri pun meminta mulai saat ini, seluruh pejabat harus mengetahui apabila ditemukan warga membutuhkan khususnya di masing-masing wilayahnya.

“Tolong warganya di monitor bapak ibu, itu yang namanya pejabat. Sekali lagi, kuncinya panjenengan turun ke masyarakat,” jelas dia.

Eri menambahkan, untuk pembayaran zakat yang rutin dilakukan setiap bulan tersebut, dapat dikumpulkan di badan amal zakat yang telah dikelola oleh pemkot. Sebagian harta yang disisihkan ini nantinya juga akan diberikan kepada warga yang membutuhkan.

“Jumlah Rp 100.000 itu, bukan potongan, tapi zakatnya panjenengan. Banyak warga Surabaya yang masih membutuhkan. Kita percayakan sama badan zakatnya pemkot, dahulukan kemaslahatan warga. Insya Allah kalau ini terus dilakukan akan menjadi berkah untuk kita semua,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...
KRONIK

Fatmawati Trophy Angkat Kreativitas Desain Kebaya dan Kerudung di Jawa Timur

SURABAYA – Kompetisi desain kebaya dan kerudung Jawa Timur bertajuk Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Hotel ...
EKSEKUTIF

Kampung Tempo Dulu di Magersari, Cak Sandi Dorong UMKM dan Permainan Tradisional Hidup Lagi

MOJOKERTO – Suasana tempo dulu kembali hidup di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Bukan sekadar nostalgia, ...
KRONIK

Konsolidasi Partai Tak Hanya Lewat Agenda Resmi, Armuji: Kegiatan Olahraga dan Seni Juga

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar konsolidasi internal bersama Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati ...