oleh

Museum HAM Omah Munir Bakal Berdiri di Kota Batu

-Eksekutif-51 kali dibaca

BATU – Pemerintah Kota Batu menggelar rapat koordinasi (Rakor) pembahasan draft perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkot Batu dengan Yayasan Museum HAM Omah Munir secara virtual di Command Center Balai Kota Among Tani, Selasa (18/5/2021).

Pembahasan mengenai tata naskah MoU dan PKS antara Pemkot Batu dan Yayasan Museum HAM Omah Munir berjalan lancar.

Acara itu dihadiri Wali Kota Batu Hj. Dewanti Rumpoko, beserta jajaran dinas bersama dengan pihak dari Yayasan Museum HAM Omah Munir diwakili langsung oleh Suciwati, istri mendiang Munir Said Thalib, Ketua Yayasan Museum HAM Omah Munir, Andi Achdia, dan Dr. Muchamad Ali Safa’at, S.H., M.H.

Dewanti mengungkapkan dengan berdirinya Museum HAM ini, tak hanya menjadi tonggak secara fisik, tapi sebagai titik tolak menjalankan nilai-nilai HAM saat ini dan masa depan. Selain itu, Museum HAM ini menjadi yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Museum HAM sudah jadi meski belum 100%, merupakan bantuan provinsi meskipun tanahnya adalah aset pemkot. Jadi harus ada koordinasi dengan provinsi,” ucap Dewanti.

Nantinya, museum ini bukan hanya menjadi tempat koleksi sejarah HAM. Tapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi berbagai pihak untuk membangun informasi yang berkeadilan dan menghormati warganya.

“Kita perlu diskusikan tentang tata cara kerja sama daerah dengan pihak ketiga dan menyamakan persepsi agar lancar ke depannya,” imbuh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini. (ace/pr)

Komentar