Kamis
16 April 2026 | 9 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Merespon Laporan Warga, Bupati Marhaen Sidak SPBE dan Pangkalan Elpiji 3 Kg

f256acc595c7bf0ada4b830ab80ae217_copy_1200x676

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menggelar inspeksi mendadak (sidak) menyusul informasi dari masyarakat perihal kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Sidak di sejumlah tempat, Kamis (8/6/2023). Yakni di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Laju yang berada di Desa Sombron, Kecamatan  Loceret. Kemudian Pangkalan Gas LPG Outlet/Gudang PT. Krakatau Pelita Gas di Jalan Krakatau Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.

“Melanjutkan sidak dari Dinas (Disperindag) hari Rabu (7/6). Hari ini kita cek betul, kita pengen (ingin) memastikan kira-kira troubel kekurangan elpiji itu dimana,” kata Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Hasil sidak, kata bupati yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini, tidak ditemukan adanya penimbunan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan. Namun, apabila masyarakat menemukan atau mengetahui adanya penimbunan, Kang Marhaen meminta masyarakat untuk aktif melaporkan.

“Jika ditemukan adanya dugaan tersebut (penimbunan) maka akan kita tindak tegas!,” tandas Kang Marhaen.

Bupati Marhaen menyebut, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, berkoordinasi dengan pihak kepolisan, Kapolres Nganjuk, guna memastikan untuk menyelidikinya lebih lanjut.

Selanjutnya, Kang Marhaen juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying degan membeli tabung gas berlebihan.

“Membeli membuat cadangan yang akhirnya menganggu masyarakat yang lain. Sehingga aman untuk dirinya sendiri, tapi menganggu tetangga, teman, dan masyarakat lain yang kekurangan,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi kesulitan dan kelangkaan Gas Elpiji di Masyarakat, Kang Marhaen menyampaikan pihaknya sudah meminta kepada pertamina untuk menambah jumlah kuota gas elpiji yang dipasarkan di Kabupaten Nganjuk.

“Kita sudah minta ke area manajer pertamina Kediri-Nganjuk untuk menambah kuota. Segera, segera untuk dropping elpiji. Insyallah akan kita kawal terus,” pinta Kang Marhaen.

Lebih lanjut, Kang Marhaen juga mengimbau kepada para pedagang ecer, gudang atau pangkalan untuk mematuhi peraturan yang ada. “Jangan memanfaatkan keresahan masyarakat untuk keuntungan sendiri. Menjual harus sesuai HET (Harga Ecer Tertinggi),” tegasnya.(eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...