NGANJUK – Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan sudah saatnya petani Indonesia menikmati hasil kerja kerasnya, tidak lagi terjajah di negeri sendiri. Menurutnya, hal itu bisa terwujud dengan meningkatkan kualitas hasil pertanian, kestabilan harga, dan menghilangkan monopoli, atau permainan harga.
“Ke depan, Kementerian Pertanian bertekad memperkuat kemandirian tujuh komoditi. Yakni, padi, kedelai, jagung, bawang, cabe, daging, dan gula,” kata Amran, usai melakukan panen bawang merah di Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (23/6/2015).
Amran mengakui, sebagai anak petani dan setelah keliling di lebih dari 200 kabupaten di Indonesia, dia semakin memahami kondisi dan nasib petani. Dan, itu menurutnya, harus diperbaiki.
Didampingi Bupati Nganjuk Taufikurrahman, mentan mengunjungi sentra bawang merah yang ada di Pasar Sukomoro dan berdialog dengan para pedagang di pasar bawang merah. “Rantai impor harus diputus. Saya tidak rela karena itu mengkhianati saudaraku para petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dia juga menuturkan, Indonesia tidak akan kehabisan bahan pangan, kalau semua mekanisme diperbaiki. Bawang merah misalnya, selain di Brebes Jawa Tengah, di Jawa Timur juga ada di Kabupaten Nganjuk.
Dalam kunjungan kerjanya di panen raya itu, Amran sempat melakukan panen padi, menggunakan traktor panen Combine Harvester di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Nganjuk.
Selain Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Ngajuk Taufikurrahman, Ikut mendampingi Amran Sulaiman, di antaranya anggota Komisi IV DPR RI Guntur, dan Wakil Ketua Komite II DPD RI Ahmad Nawardi, serta sejumlah unsur pemerintah lainnya.
Pada kesempatan itu, Amran juga memberikan bantuan traktor untuk memanen padi, kendaraan untuk membajak sawah sekaligus bisa untuk menebar benih, menanam jagung. (endy)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS