Mengenal PKH Inklusif, Program Terobosan Pemkab Gresik

Loading

Program keluarga harapan (PKH) Inklusif menyisir lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun belum menerima bantuan apapun. Bantuan PKH Inklusif senilai Rp 2 juta setahun, dicairkan 4 kali.

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching program keluarga harapan (PKH) Inklusif di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, ditandai dengan penyerahan bantuan kepada 85 lansia dan 5 penyandang disabilitas.

Diketahui, PKH Inklusif merupakan program orisinil Kabupaten Gresik yang tertuang dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia, Berdikari).

Program ini ditargetkan menyisir kelompok masyarakat rentan yakni lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum menerima bantuan apapun.

Bantuan PKH Inklusif ini diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 2 juta yang penyalurannya dibagi 4 kali dalam satu tahun.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program PKH Inklusif merupakan program yang murni berasal dari temuan dan keresahan di masyarakat. Terutama saat dirinya dan wakilnya turun ke lapangan bertemu masyarakat.

“Waktu saya bersama bu Wabup bertemu dengan warga mendapati temuan bahwa ada masyarakat penyandang disabilitas yang tidak tersentuh bantuan apapun dari sejak lahir hingga berusia 25 tahun,” kata Gus Yani.

Dari temuan tersebut, Gus Yani ini bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) berkomitmen untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Komitmen inilah yang kemudian menjelma menjadi Nawa Karsa dengan PKH Inklusif sebagai bentuk nyata jawaban permasalahan tersebut.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, utamanya DPRD Gresik yang sudah memberikan dukungan agar program ini bisa berjalan. Namun, sebagai program baru, Gus Yani menyadari perlunya dukungan dari semua pihak agar program PKH Inklusif berjalan seperti yang di cita-citakan.

“Program ini memang masih baru, pasti akan ada kekurangan. Oleh karenanya kami memohon kepada seluruh pihak untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial jika ada masyarakat yang membutuhkan tetapi belum masuk dalam PKH Inklusif. Kita niatkan agar program ini tidak hanya sekedar diacara seremonial, namun bisa terus berjalan berkesinambungan,” imbuh Gus Yani.

Gus Yani juga menaruh harapan kepada Menteri Sosial yang diwakili Staf Ahli Kementerian Sosial RI Asep Sasa Purnama, agar program PKH Inklusif ini bisa diadopsi menjadi program nasional.

Gayung pun bersambut, Staf Ahli Kemensos Asep Purnama dalam keterangannya mengakui bahwa program PKH Inklusif merupakan suatu terobosan kreasi dan inovasi yang luar biasa dari Kabupaten Gresik.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menangani masalah sosial di masyarakat. Mudah-mudahan program dari Kabupaten Gresik ini bisa menular dan menginspirasi kota/kabupaten lain,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, untuk mengatasi permasalahan yang akan muncul dalam pelaksanaan PKH Inklusif Dinas Sosial meyediakan quick respons.

“Tim quick respons ini akan menerima laporan dari masyarakat kalau ada masyarakat yang layak mendapat bansos PKH Inklusif tetapi datanya belum masuk. Dari laporan masyarakat tersebut, kemudian akan dilakukan assesment oleh tingkat desa untuk selanjutnya diusulkan masuk dalam data penerima PKH Inklusif,” ujar Ummi.

Dalam tahun 2022 ini, jumlah masyarakat yang akan menerima PKH Inklusif sebanyak 2.450 penerima, dengan rincian 500 kelompok disabilitas dan 1.950 kelompok lansia. Total anggarannya sendiri sudah disediakan sebesar 4,9 miliar. (mus/hs)