Rabu
09 September 2026 | 4 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menengok “Kampung Jokowi” di Banyuwangi

Kampung Jokowi di Banyuwangi

Kampung Jokowi di BanyuwangiBANYUWANGI – Ada yang menarik jika Anda masuk ke Kelurahan Temenggungan, Kabupaten Banyuwangi. Sepanjang jalan dipenuhi dengan ratusan bendera partai pendukung calon presiden nomor urut dua, Jokowi-JK serta atribut lainnya seperti foto Jokowi menggunakan pakaian adat Banyuwangi.

Bahkan di setiap gapura pintu masuk menuju Kelurahan Temenggungan yang berada tepat di tengah kota tersebut, terpampang foto Jokowi-JK dalam ukuran besar.

“Semuanya untuk membuat atribut dibiayai oleh warga tanpa ada bantuan dari mana pun,” jelas Andi Iswanto (35), koordinator simpatisan Laskar Temenggunan pendukung Jokowi kepada Kompas.com, Sabtu (14/6/2014).

Bahkan Andi mengklaim, 99 persen warga Kelurahan Temenggungan yang berpenduduk 2.789 jiwa tersebut sangat mengidolakan Jokowi yang menurutnya sangat merakyat. “Jokowi akan menang di sini,” tegasnya.

Mereka juga membuat posko di salah satu rumah warga yang dihias dengan baliho besar bergambar Jokowi. Di posko tersebut mereka sering berdiskusi dan melakukan kampanye secara damai.

“Pokoknya kami tidak akan melakukan kampanye hitam dan tidak akan melakukan intimidasi. Kami akan membantu menyampaikan visi dan misi Jokowi kepada masyarakat meskipun harus dari satu pintu ke pintu lain,” tambahnya.

Dalam setiap pemilu, PDI Perjuangan selalu menang telak di kelurahan yang berada di belakang Pendopo Shaba Swagata, Blambangan ini. Bukan hanya itu, kelurahan yang terkenal banyak melahirkan seniman musik lokal tersebut juga menciptakan lagu khusus untuk Jokowi, yakni “Jokowi Pilihanku”. Lagu tersebut direkam dalam kepingan CD lalu dibagikan secara gratis.

“Cuma butuh satu hari kok buat ngarang lagu itu. Dibuat bareng-bareng. Itu sudah lirik, musik dan aransemen. Lalu direkam di studio dan disebarkan ke masyarakat. Kampanye damai lewat musik,” ungkap Dian Hari Purnomo, salah satu musisi lokal yang tinggal di Temenggungan.

Lagu yang diaransemen dengan musik tradisional tersebut terdengar easy listening dan mudah ditirukan. “Setiap hari kami putar lagu tersebut di posko dan hampir seluruh rumah di sini punya lagu itu. Remaja sini juga sering nyanyikan lagu itu pake gitar sambil nongkrong,” tutur lelaki yang lebih sering dipanggil Kang Pur tersebut sambil tertawa. “Dengan cara kampanye damai, harga mati 100 persen kami dukung Jokowi,” pungkasnya. Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...