Minggu
06 September 2026 | 12 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Melestarikan Kesenian Ketoprak, Ekonomi Bergerak

pdip-jatim-dprd-jatim-310822-kusnadi-2

KABUPATEN PROBOLINGGO – Melestarikan seni dan budaya tradisional tak sekadar menjaga keberlangsungan jati diri bangsa. Upaya tersebut bertalian erat dengan perputaran rupiah, khususnya pegiat usaha kecil dan menengah.

Tanah lapang di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu, Selasa (30/8/2022) malam, dipenuhi warga yang menonton pagelaran ketoprak. Kesenian tradisional yang oleh warga setempat disebut rukun budaya itu dimainkan di sebuah panggung segede gaban. Sementara para penabuh gamelan, lesehan beralas terpal di depan panggung.

Di kursi undangan penonton, tampak sejumlah kader PDI Perjuangan. Di antaranya Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi SH MHum; Wakil Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edy Susanto; dan Bendahara DPC Kabupaten Probolinggo, Mattali.  

Jumlah penonton ketoprak malam itu terbilang lumayan, meski tak bisa disetarakan dengan pengunjung acara-acara dangdutan.

Pagelaran juga membawa berkah bagi para pedagang kaki lima dengan berbagai dagangannya seperti bakso, kue leker, kerak telur, minuman hingga gorengan.

Penjaja kue leker, Edi mengatakan, hanya dua jam berjualan, dagangannya sudah tandas. Ia pun mengaku bersyukur, sebab di Bulan Kemerdekaan ini kerap ada acara perayaan. Sementara keseharian, terkadang ia masih membawa pulang barang dagangan.

“Baru-baru ini ada peningkatan. Tapi waktu pandemi, pembeli begitu sepi, jadi bingung,” jelas Edi.

Hal senada disampaikan pelaksana rukun budaya, Syaiful. Pagelaran secara otomatis membuat roda ekonomi sektor-sektor pendukung kegiatan turut bergerak. Misalnya persewaan tenda, kursi, hingga sound system.

Sementara itu, Menurut Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi SH MHum, saat ini menjadi momentum bangkitnya perekonomian khususnya sektor mikro. Apalagi, perayaan 77 tahun Kemerdekaan RI memiliki makna tersendiri.

“Sesuai dengan angka kemerdekaan yang ke-77, ini menandakan makna pitu (tujuh) bermakna pitulungan atau pertolongan. Ini tidak hanya pada sektor kesehatan, namun juga perekonomian,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Berita terkait:Ketua DPRD Jatim Hadiri Pagelaran Ketoprak di Kabupaten Probolinggo

Belakangan waktu, kata Kusnadi, sektor ekonomi mikro begitu terpukul sejak pandemi Covid-19. Namun, perlahan mulai bangkit seiring meredanya pandemi. Kusnadi pun berharap akan banyak lagi pagelaran-pagelaran kesenian maupun budaya sehingga turut menggerakkan perekonomian.

“Harapannya ekonomi terus bangkit, termasuk sektor ekonomi di desa-desa. Semoga ini terus berjalan sesuai harapan,” ucapnya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...