Selasa
21 Juli 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Revolusi Mental Mutlak Harus Dijalankan!

pdip jatim - Mega pidato di Lemhannas

JAKARTA – Saat memberikan kuliah umum peringatan 50 tahun Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ketua umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menegaskan dukungannya terhadap revolusi mental yang dijalankan Jokowi-JK. Mantan Presiden ke-5 RI ini mengingatkan, daya saing dan dan survival negara-bangsa ditentukan oleh manusianya.

“Di sinilah saya sepakat, bahwa revolusi mental mutlak kita jalankan sebagai ‘gerakan hidup baru’ gerakan yang dimulai dari pemimpinnya sebagai sumber teladan, bersikap kewarganegaraan, pemimpin yang berkarakter dengan dedikasi hidup tanpa pamrih untuk bangsa dan negara,” kata Megawati di gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Melalui peringatan 50 tahun Lemhannas ini, Megawati berharap sebagai momentum penggemblengan revolusi mental bagi calon-calon pemimpin bangsa. “Lemhannas harus menjadi lembaga pelopor terhadap hadirnya konsepsi kebangkitan Indonesia yang lebih berdaulat, berdikari, dan berkepribadian Indonesia. Selamat berjuang! Merdeka!” serunya.

Putri Bung Karno ini menekankan, Lemhannas sebagai fondasi dalam menciptakan pemimpin masa depan bangsa guna mewujudkan cita-cita kemerdekaan. “Mengingat momentum pendirian Lemhannas dengan jalan trisakti, saya memiliki hipotesis politik, bahwa sesungguhnya Lemhannas mengemban tugas menjabarkan konsepsi Irisakti dalam kehidupan bangsa dan negara. Lemhannas dapat menjadi bintang pengarah menjawab pertanyaan bangsa mau kemana arahnya,” paparnya.

Megawati mengungkapkan, menilai kondisi sekarang banyak yang merasa bimbang terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia. Ada yang bingung dan tidak jelas apakah kita menempuh jalan kapitalisme yang bertumpu pada liberalisme atau nasionalisme?

Menurut dia, pernyataan itu muncul karena rekam jejak sejarah sidang BPUPKI dan PPKI pernah dibelokkan, dikaburkan dan diberi makna yang berbeda. Meski demikian, lanjut Mega, perlu kritik otokritik dengan tanpa mempersoalkan masa lalu meskipun penyelenggara negara menjauhkan dari sejarah bangsa Indonesia.

Hal yang terpenting saat ini, menurutnya, perlu memperbaiki yang masih kurang dengan sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. “Saya tidak bermaksud menyalahkan masa lalu. Saya lebih memilih untuk membangun optimisme-menatap masa depan, serta memperbaiki kekeliruan di masa lalu. Inilah pilihan terbaik yang diambil saat ini,” tandas Megawati.

Ketua Umum PDI-P ini menuturkan, kini saatnya bangsa harus hadir kembali sebagai bangsa berjiwa besar untuk menghapus luka masa lalu. “Indonesia harus hadir kembali dalam percaturan politik dunia,” pintanya.

Ia pun berpesan kepada Lemhannas untuk meluruskan sejarah secara obyektif bebas dari campur tangan kekuasaan. “Saya berpendapat tidak ada di dunia mana pun, seorang yang sangat berkuasa memegang pemerintahnya sendiri, mengkudeta kekuasaannya sendiri,” tegas Megawati. (Asma/Popi)

Sumber: obsessionnews

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...