Jumat
21 Agustus 2026 | 1 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Pernah Jadi Relawan Perawat Keramik Kuno di Museum Gajah

pdip-jatim-hasto-di-museum-gajah

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menceritakan masa silam Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang pernah menjadi relawan perawat keramik kuno.

Hasto mengatakan, saat masih muda, Megawati pernah menjadi relawan di Museum Nasional atau Museum Gajah. Salah satu tugasnya adalah merawat keramik bersejarah.

Kerelaan Ketua Umum PDI Perjuangan menjadi relawan perawat keramik ini, sebut Hasto, karena kecintaannya terhadap bukti arkeologis peradaban Indonesia.

“Ketika Ibu Megawati menjadi relawan di museum ini, khusus merawat keramik dan ibu bercerita bahwa inilah akar sejarah peradaban kita. Begitu banyak bukti-bukti arkeologis yang menunjukkan kejayaan bangsa ini pada abad tujuh, delapan hingga 14, sebelum kolonialisme datang dan kemudian merusak seluruh tatanan kebudayaan kita,” kata Hasto, ketika berkunjung ke Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Dalam akar sejarah dan budaya itu juga, tambah Hasto, yang menjadikan PDIP komitmen terhadap haluan negara. Hasto mengatakan rekam jejak negara selalu menjadi acuan utama agar Indonesia kembali jaya seperti masa lalu.

Dia mengatakan, sejarah Indonesia diwarnai dengan sebuah kemajuan yang luar biasa. Hal itu terlihat ketika pada abad ketujuh sejumlah kerajaan sudah memiliki teknologi peradaban.

“Inilah ke-Indonesiaan kita yang seharusnya kita bangga. Sebagai bangsa besar dan bersama Pak Jokowi kami meyakini kita bisa mencapai kejayaan Indonesia Raya,” tuturnya.

Hasto mengawali kunjungannya dengan melihat sejumlah ornamen dan arca di lantai satu museum.

Tiba di museum, Hasto langsung disambut oleh pemandu Aep Saefullah. Hasto kemudian diajak berkeliling di lantai dasar yang mayoritas benda bersejarah berupa prasasti, arca dan patung.

Sejumlah objek sejarah dikenalkan kepada Hasto, di antaranya Prasasti Cane yang berisi tulisan prasejarah. Kemudian Prasasti Muara Kaman VI.

Menurut Aep, prasasti ini membuktikan manusia Indonesia sejak awal abad kelima sudah memiliki seni tulis-menulis. “Ini aksara pallawa bahasa sanskerta. Ini diperkirakan dari Kerajaan Kutai,” kata dia.

Selain itu, Hasto juga diajak melihat Arca Dewa-Dewi. Arca itu sendiri memperlihatkan sejoli yang mana sang pria menggandeng wanitanya. Keduanya mengenakan aksesoris kemewahan bak keturunan raja.

Hasto sendiri yang melihat Arca itu menilai budaya Indonesia sudah tumbuh dengan detail dan mewah sejak lama.

Di lantai satu itu juga Hasto bersama rombongan diperlihatkan kerangka manusia purba. Aep menunjukkan tengkorak dan salah satu tulang paha yang ditemukan oleh ahli anatomi asal Belanda Eugene Dubois yang dinamakannya sebagai Pithecantropus Erectus di Desa Trinil, Solo pada sekitar 1891.

Setelah itu, Hasto pun diajak ke lantai empat. Di tempat ini sejumlah perhiasan purbakala dan artefak yang memiliki detail yang tinggi disimpan. Di lantai ini pula semua pengunjung tidak boleh memotret, berbeda dengan lantai lainnya di museum itu.

Sejumlah artefak dari emas murni tampak menghiasi dinding dan meja utama di lantai empat museum itu. Bahkan ada juga emas berukuran kancing baju yang dianggap sebagai alat transaksi pada masa purbakala.

Selain itu, ada juga arca dewi yang bentuknya sangat detail. Misalnya Mangkuk Ramayana yang diperkirakan dibuat oleh Kerajaan Mataram Kuno sekitar awal abad kesepuluh.

Mangkuk yang terbuat dari emas murni itu ditemukan di Desa Wonoboyo, Klaten pada 1990. Tampak mangkuk itu berlekuk enam, berhiaskan relief Ramayana.

“Pembuatannya sangat halus dan indah sehingga mangkuk ini merupakan benda paling indah. Relief ini dibuat dengan teknik solder dan teknik tempa mengambil sistem tempa dari sisi dalam,” kata Aep. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...
SEMENTARA ITU...

Forkopimda Patroli Bersama, Syaifuddin Ajak Arek-arek Suroboyo Jaga Kota Tetap Kondusif

SURABAYA – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya kembali turun bersama melakukan ...
EKSEKUTIF

OJK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...