oleh

Megawati Perkuat Usulan Dokumen KAA 1955 Masuk Memory of the World

pdip-jatim-megawati-peringatan-kaa-bandungJAKARTA – Indonesia mengusulkan dokumen Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 masuk dalam memory of the world (MOW) UNESCO. Persiapan pengusulan itu saat ini sedang dibahas oleh beberapa pihak.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai ahli waris tokoh KAA, Soekarno, saat ini pun sedang memperjuangkan pengusulan dokumen itu.

“Semua Dokumen KAA diusulkan menjadi salah satu memory of the world dari Indonesia. Dokumen yang dimaksud berasal dari tahun 1955,” ungkap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di sela-sela acara peringatan ulang tahun ke 80 politisi senior PDIP, Sabam Sirait di Balai Kartini, Sabtu (15/10/2016).

“Bu Mega saat ini akan berkunjung ke Perancis untuk memperkuat usulan tersebut,” tambah Hasto.

KAA pertama berlangsung di Bandung pada 18 April-24 April 1955. Konferensi tersebut dihadiri 29 negara kawasan Asia dan Afrika. KAA dianggap sebagai cikal bakal gerakan non blok.

Oleh karena masih dalam perjalanan menghadiri beberapa undangan di luar negeri, menurut Hasto, Megawati berhalangan hadir di acara ultah Sabam Sirait.

“Saya sampaikan salam selamat ulang tahun dari Ibu Megawati Soekarnoputri dan minta maaf karena berhalangan hadir,” kata Hasto.

Menurut dia, Megawati tengah menyambangi dua negara, yakni Aljazair dan Prancis. “Ibu Mega harus memenuhi undangan pemerintah Aljazair karena Bung Karno berperan dalam kemerdekaan, diselundupkan dua kapal berisi senjata di sana,” jelasnya.

Sedang di Perancis, tambah dia, Megawati memperjuangkan Konferensi Asia Afrika agar semua hasilnya jadi memory of the world.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan bahwa Sabam adalah figur yang membujuk Megawati terjun ke dunia politik. “Pak Sabam yang membujuk terus,” kata Hasto menirukan Megawati.

Megawati, lanjut Hasto, masih mengingat saat akhirnya dia berhasil dibujuk oleh Sabam untuk terjun ke dunia politik. “Setelah beberapa kali dibujuk, bujukan terakhir di salah satu airport di Jakarta dan akhirnya mau,” ungkap Hasto.

Hasto mengatakan, Sabam Sirait akan selalu tercatat dalam sejarah PDI-P. “Bukan hanya sebagai sekjen terlama, tapi meyakinkan kami di tengah arus pragmatisme politik sekarang, bahwa politik itu suci,” ucap Hasto.

Perayaan HUT ke-80 Sabam Sirait dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Mendag Enggartiasto Lukita, Menkum HAM Yasonna Laoly, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, Wakapolri Komjen Syafruddin, mantan Ibu Negara Sinta Abdurrahman Wahid. (goek)