Jumat
21 Agustus 2026 | 6 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Minta Arkeolog Teliti Perkembangan Sejarah Bangsa Indonesia

pdip-jatim-megawati-fgd-jalur-rempah1

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kuat keinginannya untuk mengetahui perjalanan bangsa Indonesia sejak masih berbentuk kerajaan di Nusantara.

Keinginan itu semakin menjadi-jadi kala Megawati sering berkunjung ke sejumlah negara dan berdialog dengan para pimpinan negara-negara lain.

Hal ini disampaikan Megawati saat membuka Focus Group Discussion (FGD) PDI Perjuangan dengan tema “Kajian Nusantara dan Jalur Rempah” di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dalam diskusi tersebut Megawati didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP seperti: Djarot Saiful Hidajat, Rokhmin Dahuri, Nusyirwan Soedjono, Eriko Sotarduga dan Mindo Sianipar.

Pada kesempatan itu, Megawati minta para arkeolog dan sejarawan untuk tertantang meneliti perkembangan sejarah bangsa Indonesia. Dia juga mengatakan, saat menjabat Presiden RI, dirinya minta kepada Pemerintah Belanda agar benda-benda bersejarah dikembalikan ke Indonesia.

“Saya punya mimpi kita bisa menjaga flora dan fauna yang tidak ada di dunia barat. Kita harus mendata potensi kekayaan hayati dan budaya di seluruh Nusantara,” kata Megawati.

Putri proklamator kemerdekaan RI, Soekarno ini pun menyampaikan bagaimana makanan Indonesia luar biasa. “Buku Mustika Rasa yang disusun Bung Karno pada 1967 menggambarkan kekayaan kuliner Nusantara,” ucap Megawati.

Dia berharap generasi muda Indonesia mengerti sejarah bangsa sejak jaman kerajaan Nusantara.

Selama FGD berlangsung, hampir 4 jam, Megawati tampak serius menyimak paparan dan merespons pertanyaan para peserta.

Sebelum FGD dimulai, kepada peserta, Hasto Kristiyanto menampilkan sejumlah video kiprah pergerakan PDIP. Hasto menceritakan instruksi DPP PDI Perjuangan kepada para kepala daerah melestarikan cagar budaya.

“PDI Perjuangan menginstruksikan kepada kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia untuk lebih memperhatikan pelestarian cagar budaya di daerahnya,” papar Hasto.

Dia menambahkan, PDIP menginginkan amandemen Konstitusi secara terbatas mengenai haluan negara agar terwujud haluan negara yang berakar kuat dari sejarah peradaban bangsa Indonesia.

“Sejarah peradaban Nusantara mencapai kejayaan pada abad 7 hingga setidaknya abad 15, lengkap dengan seluruh nilai filsafatnya, harus menjadi akar atau pijakan konsepsi haluan negara. Bung Karno juga menggali Pancasila dari buminya Indonesia artinya dengan seluruh sejarah peradaban bangsanya,” jelas Hasto.

Sejumlah arkeolog dan sejarawan yang hadir menjadi peserta FGD antara lain: Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Nasional Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan bersama jajarannya, Profesor Riset bidang Sejarah Politik LIPI Asvi Warman Adam, Lektor Universitas Indonesia Bondan Kanumayoso, Peneliti senior Prisma, Daniel Dhakidae, dan sejarawan Bonnie Triyana. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

JK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...