SURABAYA – Kemacetan di jalur Malang–Kepanjen kian mendesak ditangani. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong percepatan pembangunan Tol Kepanjen hingga Tulungagung (Agungblijen) sebagai solusi konkret yang tak bisa lagi ditunda.
Menurut Dewanti, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat dan membutuhkan langkah cepat, bukan sekadar wacana.
“Selama ini menjadi keluhan semuanya adanya kemacetan di wilayah itu. Dengan adanya tol tersebut bisa mengatasi macet,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menilai, dampak pembangunan tol akan jauh lebih besar jika konektivitasnya diperpanjang hingga Tulungagung. Selain mengurai kemacetan, proyek ini akan membuka akses strategis menuju kawasan selatan Jawa Timur, termasuk destinasi wisata di Jalur Lintas Selatan (JLS).
“Jika terealisasi, akses menuju pantai-pantai di JLS akan jauh lebih cepat,” ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.
Tak hanya itu, tol Agungblijen juga diyakini mampu mempercepat distribusi komoditas, terutama hasil pertanian dan industri dari wilayah selatan ke Surabaya dan kota lain. Keberadaan exit tol juga berpotensi memunculkan titik-titik ekonomi baru.
Meski urgensinya tinggi, realisasi proyek ini masih membutuhkan waktu. Saat ini, sambungan dari exit Tol Madyopuro, Kota Malang, masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study/FS).
Rencana Tol Kepanjen–Tulungagung sendiri telah masuk dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020–2040. Namun hingga kini, proyek tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan segera digarap dalam waktu dekat. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










