oleh

“Loyalitas yang Dibarengi Rasa Ikhlas, Bisa Lahirkan Militansi Kader”

BANYUWANGI – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, militansi seorang kader akan tumbuh jika loyalitasnya kepada Partai dibarengi rasa ikhlas.

“Loyalitas kader kepada Partai akan tumbuh jika ada rasa ikhlas. Jika itu bisa dilakukan, pada akhirnya akan melahirkan militansi pada kader,” kata Kusnadi, saat membuka Diklat Kader Pratama yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, kemarin.

Pendidikan kader yang digelar di Balai Diklat PNS, Licin, Banyuwangi ini berlangsung dua hari sampai Senin (4/9/2017).

Pembukaan pembekalan ideologi Partai diikuti 72 peserta dari pengurus anak cabang ini juga dihadiri pengurus Badiklatpus PDI Perjuangan Sirmadji, pengurus Badiklatda PDIP Jatim, serta Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko.

Kusnadi menambahkan, pengabdian kuat seorang kader yang dilandasi rasa ikhlas, juga bisa mengeliminasi rasa capek. Sehingga kader akan tetap bersemangat dalam memperjuangkan ideologi PDIP yang muaranya pada terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Selain itu, lanjut politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini, loyalitas seorang kader harus kepada Partai. Bukan kepada orang per orang.

Dia mengapresiasi pelaksanaan pendidikan kader tingkat pratama di Banyuwangi ini. Menurutnya, pemahaman ideologi Partai yang akan diimplementasikan di masyarakat ini sangat diperlukan.

Kusnadi juga menekankan, pendidikan kader sebenarnya bukan pada prosesnya. Tapi yang terpenting bagi peserta adalah setelah selesai mengikuti pendidikan kader.

“Oleh karena itu, kaderisasi bukan sekadar seremonial. Yang terpenting adalah saat setelah keluar dari diklat ini,” ujarnya.

Sedang Ketua DPC PDI Perjuangan Banuwangi Made Cahyana Negara mengatakan, melalui kaderisasi ini, pihaknya menginginkan bisa muncul kader-kader pemimpin yang baru.

“Kaderisasi ini kami harapkan bisa menghasilkan kader penerus pemimpin, yang memahami ideologi partai,” kata Made.

Kedua, lanjut Made, agar tumbuh kedisiplinan para kader, loyal, serta terus menerus menangis dan tertawa bersama rakyat.

“Apa yang jadi aspirasi rakyat, kader tak boleh diam. Mereka harus mendampingi rakyat untuk mencapai tujuannya,” ucap pria yang juga Ketua DPRD Banyuwangi ini. (goek)