Selasa
25 Agustus 2026 | 9 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Libatkan Relawan Warga, Banyuwangi Punya Posyandu Khusus Tangani ODGJ

pdip-jatim-240629-posyandu-odgj

BANYUWANGI – Bumi Blambangan punya Posyandu khusus menangani pasien gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Di posyandu ini, penderita ODGJ dapat layanan pemulihan kesehatan mental, dilatih dan diberdayakan sesuai passion-nya masing-masing.

Dalam penanganan ODGJ, program gagasan Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring ini dapat pendampingan dan pengawasan tim kesehatan jiwa Puskesmas dan relawan dari masyarakat setempat. Para pasien ODGJ ini juga diberdayakan, di antaranya diarahkan sebagai pelaku seni, penjahit, hingga usaha kuliner.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melihat langsung keahlian para pasien ODGJ ini di Balai Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring, Kamis (27/6/2024). Mereka menampilkan seni jaranan, dan ada yang menabuh gamelan, hingga menjadi penari jaranan buto.

“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan, sehingga lebih mudah bagi mereka diterima masyarakat,” jelas kata Ipuk.

Dia menyebutkan, melalui program ini, para pasien ODGJ mendapat dukungan warga sekitar. Harapnnya, para pasien ODGJ bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Program ini melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan “Kader Jiwa” yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas. Saat ini total ada 10 kader jiwa yang terlibat.

Para kader ini akan menyampaikan informasi terkait keberadaan dan perkembangan kondisi pasien. Kemudian, informasi diteruskan kepada tim Puskesmas saat ada indikasi warga yang menjadi suspek ODGJ baru.

Setelah dapat informasi, tim dari Puskesmas meninjau ke lapangan. Kemudian dilakukan skrining untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang mengalami gangguan mental atau tidak.

“Skrining juga diperlukan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” jelas Kepala Puskesmas Benculuk, Tatiek Setyaningsih.

Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.

Dalam proses terapi, selain ada pemberian obat secara rutin, pasien juga diberi kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Saat ini, ada 14 pasien ODGJ yang aktif memeriksakan diri ke Posyandu Jiwa di Puskesmas Bencukuk. Tim juga siaga 24 jam jika sewaktu-waktu ada laporan dari warga.

“Selain tim Puskesmas, juga melibatkan unsur Forpimka dalam penanganan ini,” pungkasnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...
KRONIK

Tari Kolosal Wonderful of East Java Meriahkan Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Penampilan tari kolosal bertajuk “Wonderful of East Java” turut memeriahkan closing ceremony laga Final ...
HEADLINE

Soekarno Cup Tak Sekadar Bola: Rp545 Juta untuk NTT, 14 Pemain Dibidik Klub Profesional

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak hanya meninggalkan cerita tentang persaingan di lapangan hijau. Di balik gebyar ...
PEMILU

Sekjen DPP PDI Perjuangan Optimistis Bidik Kursi Gubernur Jawa Timur

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai partainya memiliki modal ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Bukan Sekadar Cari Juara, Tapi Membangun Karakter Generasi Muda

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mencari juara, tetapi membangun karakter, sportivitas, ...
OLAHRAGA

Kalah 1-3, Banteng Jatim Ucapkan Selamat kepada Banteng Papua Raya, Evaluasi Teamwork

SURABAYA – Tim Banteng Jatim menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan mengakui keunggulan Banteng Papua Raya. ...