Selasa
28 April 2026 | 3 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Libatkan Relawan Warga, Banyuwangi Punya Posyandu Khusus Tangani ODGJ

pdip-jatim-240629-posyandu-odgj

BANYUWANGI – Bumi Blambangan punya Posyandu khusus menangani pasien gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Di posyandu ini, penderita ODGJ dapat layanan pemulihan kesehatan mental, dilatih dan diberdayakan sesuai passion-nya masing-masing.

Dalam penanganan ODGJ, program gagasan Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring ini dapat pendampingan dan pengawasan tim kesehatan jiwa Puskesmas dan relawan dari masyarakat setempat. Para pasien ODGJ ini juga diberdayakan, di antaranya diarahkan sebagai pelaku seni, penjahit, hingga usaha kuliner.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melihat langsung keahlian para pasien ODGJ ini di Balai Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring, Kamis (27/6/2024). Mereka menampilkan seni jaranan, dan ada yang menabuh gamelan, hingga menjadi penari jaranan buto.

“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan, sehingga lebih mudah bagi mereka diterima masyarakat,” jelas kata Ipuk.

Dia menyebutkan, melalui program ini, para pasien ODGJ mendapat dukungan warga sekitar. Harapnnya, para pasien ODGJ bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Program ini melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan “Kader Jiwa” yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas. Saat ini total ada 10 kader jiwa yang terlibat.

Para kader ini akan menyampaikan informasi terkait keberadaan dan perkembangan kondisi pasien. Kemudian, informasi diteruskan kepada tim Puskesmas saat ada indikasi warga yang menjadi suspek ODGJ baru.

Setelah dapat informasi, tim dari Puskesmas meninjau ke lapangan. Kemudian dilakukan skrining untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang mengalami gangguan mental atau tidak.

“Skrining juga diperlukan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” jelas Kepala Puskesmas Benculuk, Tatiek Setyaningsih.

Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.

Dalam proses terapi, selain ada pemberian obat secara rutin, pasien juga diberi kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Saat ini, ada 14 pasien ODGJ yang aktif memeriksakan diri ke Posyandu Jiwa di Puskesmas Bencukuk. Tim juga siaga 24 jam jika sewaktu-waktu ada laporan dari warga.

“Selain tim Puskesmas, juga melibatkan unsur Forpimka dalam penanganan ini,” pungkasnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...