Selasa
27 Oktober 2026 | 7 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Minta Puskesmas Lebih Diperhatikan

pdip-jatim-titin-agustin

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana minta pemerintah kota lebih memperhatikan kondisi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Utamanya yang menyangkut perbaikan gedung hingga kelengkapan peralatan medis.

Perhatian lebih terhadap kondisi puskesmas ini, sebut Agustin, sangat diperlukan karena puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan (yankes) di masyarakat. Apalagi sekarang puskesmas menjadi rujukan pasien BPJS yang jumlahnya kian bertambah.

“Kalau nantinya seluruh warga Kota Surabaya terdaftar di BPJS, dan kondisinya masih tetap seperti itu, maka pelayanannya akan amburadul. Ingat, mereka ini bayar, karena BPJS itu mbayar loh,” kata Agustin, kemarin.

Pelayanan kesehatan lainnya di puskesmas yang juga masih perlu ditingkatkan, tambah Agustin, yakni dalam penyediaan tenaga dokter.

Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Titin ini menyatakan, di saat sekarang di setiap puskesmas memang sudah ditempatkan seorang dokter untuk melayani masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Hanya, dia menilai kurang maksimal, lantaran dokter di puskesmas harus mampu memenuhi target layanan, yaitu 5 ribu pasien per-hari.

“Apa ya mungkin, jumlah puskesmas hanya 62. Idealnya dalam setiap puskesmas minimal memiliki 3 sampai 6 orang dokter, utamanya dokter jaga saat siang dan malam,” ujar perempuan yang sudah menjadi anggota dewan empat periode ini.

Dia mengaku melihat sendiri kurangnya tenaga dokter di puskesmas pembantu wilayah Krembangan Selatan. Saat berkunjung di puskesmas tersebut, dirinya tak menemui seorang dokter yang bertugas di sana.

Oleh karena itu, Titin menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Pembantu Krembangan Selatan.

Menurut dia, kondisi lahannya memungkinkan, sehingga bangunannya masih bisa diperluas, termasuk diselenggarakannya layanan Instalasi Gawat Darurat(IGD).

“Puskesmas lain yang lahannya lebih sempit saja sudah ada. Apalagi ada rumah dinas dokter yang ternyata kosong,” ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Puskesmas Krembangan Selatan, lanjut Agustin, juga terdapat peralatan dokter untuk pemeriksaan gigi. Tapi sudah tak difungsikan lagi, karena dokternya sudah meninggal beberapa waktu lalu.

“Ini kan sangat disayangkan kalau tidak difungsikan lagi,” imbuh Titin.

Dia juga menyatakan ironis atas layanan puskesmas di wilayah Wonokromo yang per-harinya, hanya bisa melayani pasien 35 orang. Kondisi seperti ini, katanya, tidak harus terjadi dan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Surabaya.

Kondisi seperti ini, imbuh Titin, harus dipikirkan dan tidak boleh ada lagi. Apapun yang dibutuhkan puskesmas, pihaknya akan mendukung demi peningkatan pelayanan.

“Nanti kita minta tim anggaran pemkot, agar keberadaan puskesmas pembantu ditingkatkan grade–nya,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...