Sabtu
12 September 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator: Puskesmas di Surabaya Kekurangan Tenaga Medis

pdip-jatim-agustin-poliana-rakerda

pdip-jatim-agustin-poliana-rakerdaSURABAYA – Kebutuhan tenaga medis di puskesmas-puskesmas menjadi salah satu sorotan Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Surabaya. Pasalnya, jumlah tenaga medis di puskesmas dinilai kurang ideal.

Ketua Pansus LKPJ Agustin Poliana mengungkapkan, saat ini tenaga medis di puskesmas berkisar antara 3-4 orang. Sedang jumlah yang ideal, sebutnya, minimal 5 tenaga medis.

“Kurangnya tenaga medis seperti dokter spesialis, perawat, dan bidan ini berdampak pada pelayanan kesehatan. Masyarakat yang datang ke puskesmas akhirnya tidak terlayani secara maksimal,” kata Agustin Poliana, kemarin.

Kebutuhan tenaga medis di puskesmas, jelas Titin, sapaan Agustin Poliana, akan terlihat saat kunjungan pasien membeludak. Oleh karena semua pasien harus dilayani, ujarnya, maka tidak cukup waktu untuk memeriksa kesehatan si pasien secara detail.

“Nah, ini yang jadi perhatian kita, dan harus segera disikapi. Kebutuhan tenaga medis ini tidak bisa ditunda,” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, pansus merekomendasikan agar wali kota berkirim surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Intinya, minta persetujuan merekrut tenaga medis profesional dan berpengalaman untuk diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Perekrutan CPNS tenaga medis, sebut Titin, selain mengisi kekurangan pegawai, juga untuk mengganti PNS yang pensiun. “Kita rekomendasikan wali kota segera berkirim surat ke Men-PANRB, karena kekurangan tenaga medis ini menyangkut pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas Ketua Komisi D ini.

Meski pemerintah pusat saat ini melanjutkan kebijakan moratorium CPNS, tambah dia, peluang untuk perekrutan itu masih besar. Sebab, menyangkut tenaga kesehatan.

Apalagi, lanjut Titin, seperti bidang pendidikan, masalah kesehatan juga jadi program prioritas pemerintahan Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana. Oleh karena itu, pihaknya optimistis wali kota akan menindaklanjuti rekomendasi Pansus LKPJ.

Sementara itu, Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi beberapa waktu lalu mengatakan, moratorium CPNS bersifat terbatas. Karena pemerintah masih tetap membuka penerimaan pegawai khusus untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan.

“Moratorium ini tetap dikecualikan untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan. Fokus kita tahun ini lebih kepada penerimaan untuk guru-guru, untuk tenaga-tenaga medis, dan aparat penegak hukum,” kata Yuddy. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...