oleh

Legislator Dukung Inovasi PD Rumah Potong Hewan

pdip-jatim-Baktiono-PDIPSURABAYA – Komisi B DPRD Surabaya mendukung Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) yang akan merintis usaha baru, yakni penggemukan sapi. Pasalnya, inovasi salah satu BUMD Kota Surabaya itu berpotensi menambah pundi-pundi kas daerah.

“Inovasi Perusahaan Daerah RPH ini kita dukung, agar ada tambahan penghasilan asli daerah (PAD), dan juga bisa berwirausaha, karena ini BUMD milik pemkot. Jangan sampai kalah dengan perusahaan milik swasta,” kata Baktiono, anggota Komisi B, Rabu (2/12/2015).

Selama ini, jelas Baktiono, RPH milik Pemkot Surabaya hanya menjalankan rutinitas menerima jasa pemotongan hewan dari masyarakat. Oleh karena hanya berfungsi sebagai ‘jagal’, maka pendapatan perusahaan daerah yang berlokasi di Pegirikan itu, belum bisa menyumbang PAD.

Apalagi, jumlah hewan yang dipotong di RPH Pegirikan menurun drastis, yang sebelumnya bisa sampai 300 per hari, sekarang rata-rata hanya 120 ekor. “Keuntungan RPH kecil, setahun hanya Rp 145 juta berupa deviden,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Pun dampak persaingan bisnis daging yang sudah global, apalagi ada perdagangan bebas, pihak-pihak swasta juga sekarang sudah punya usaha penyembelihan. Tak hanya penyembelihan, pihak swasta juga menyediakan daging, dan bahan bakunya sendiri, yakni sapi.

“Sapi-sapi milik swasta itu bagus kualitasnya. Mereka membeli sapi kecil, kurus, lalu diberi pakan bergizi agar cepat gemuk. Setelah itu baru disembelih. Karena itu, keuntungan perusahaan itu lebih meningkat. Inilah yang akan dilakukan RPH Kota Surabaya,” papar Baktiono.

Inovasi yang dirintis RPH, jelas Baktiono, yakni akan melakukan penggemukan sapi sendiri. Lahan penggemukan yang diincar sudah ada, yakni di kawasan Prigen, Pasuruan. Luasnya sekitar 14.000 m2.

Lokasi penggemukan itu sudah siap pakai, karena sebelumnya juga dipakai untuk peternakan sapi. “Informasi dari RPH, untuk membeli lahan, plus tenaganya sekitar 10 orang, butuh investasi sekitar Rp 10 miliar. Kapasitasnya bisa sampai 500 ekor sapi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Tata dan Niaga RPH Pegirikan Luthfi Rahman menyatakan, untuk menginisiasi usaha baru ini, memang membutuhkan modal investasi yang cukup besar. Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp 10 miliar.

Menurutnya, rencana penggemukan sapi sudah cukup lama direncanakan. Tapi pihaknya baru belakangan ini mendapatkan lahan untuk peternakannya.

Tahap awal, rencananya akan digemukkan 100 sampai 200 ekor sapi. Sapi bakalan tersebut akan digemukkan dalam waktu satu bulan sebelum siap dipanen dan djual.

Penggemukan sapi ini, terang dia, adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Sebab sejauh ini RPH hanya mengandalkan jasa pemotongan daging.

“Maka kita ingin menambah produklah istilahnya. Jika sudah maju, lahan yang akan dibeli RPH tersebut bisa untuk penggemukan sapi sebanyak 500 ekor,” terang Luthfi. (goek)