SURABAYA – Sesuai harapan Komisi C DPRD Surabaya, pembangunan proyek angkutan massal cepat (AMC) segera direalisasikan di Kota Pahlawan. Rencananya, Rabu (23/9/2015) pekan depan, Pemkot Surabaya, Kemenhub dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) proyek pembangunan sarana transportasi massal tersebut di Kota Pahlawan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji, mengatakan, rencana pembangunan transportasi publik berupa trem maupun monorel di Surabaya sudah sejalan dengan program pemerintah pusat yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019.
Dalam RPJMN itu, dijelaskan bahwa target penyelesaian masalah tansportasi perkotaan diprogramkan dengan pembangunan kereta api perkotaan berbasis rel dengan panjang jalur 1998 kilometer secara nasional.
“Nah, Surabaya kota yang siap merealisasikan program pemerintah pusat itu karena kajian sudah dilakukan secara matang,” kata Agus Imam Sonhaji kepada wartawan.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri pun mengapresiasi langkah pemerintah kota yang segera merealisasikan proyek trem di Kota Pahlawan. Sebab, alat transportasi trem punya keunggulan dibandingkan moda transportasi lain untuk kawasan perkotaan.
Selain dapat mengurangi kemacetan di perkotaan, jelas Syaifuddin, kereta api ini juga mengurangi emisi gas buang, dan dapat mengurangi kecelakaan di jalan raya. “Proyek trem maupun monorel, harus segera direalisasikan untuk meningkatkan pelayanan publik dan daya saing global,” kata Syaifuddin, Jumat (18/9/2015).
Menurut legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tersebut, trem sudah ada di Surabaya pada zaman kolonial Belanda, dan dia menilai masih cocok untuk saat ini.
Pihaknya akan terus memantau proyek ini sampai benar-benar terwujud sesuai rencana. Apalagi, tambah dia, sarana transportasi massal sudah sangat dibutuhkan di Surabaya.
“Saya yakin pemkot siap untuk proyek ini, tinggal kita pantau dan dukung agar segera terwujud,” ujar Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin. (goek/*)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS