oleh

Kusnadi: Aksi Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina Tidak Boleh Dibiarkan!

-Headline-70 kali dibaca

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi menegaskan, dalam konflik antara Palestina dengan Israel, sikap pihaknya tetap berpijak kepada mukadimah UUD 45.

“Kami DPRD Provinsi Jawa Timur berprinsip politik luar negeri bebas aktif, dan menentang segala bentuk kolonialisme,” tandas Kusnadi.

Penegasan itu dia sampaikan usai menerima perwakilan aksi pendukungan terhadap Palestina dari Forum Umat Islam Surabaya Untuk Palestina (FUISP) di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (21/5/2021).

Baca: Kutuk Keras Serangan Terhadap Palestina, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

“Sikap kita seperti yang tersurat dalam mukadimah UUD 1945,” jelas pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

“Jadi, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menentang Israel,” tambah Kusnadi.

Dia menyebut, sikap itu sebenarnya merupakan sikap pemerintah Indonesia sejak awal konflik antara Israel dengan Palestina. Sampai sekarang, terang Kusnadi, sikap itu masih dipegang teguh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Dukungan Indonesia kan selalu konsisten, tidak berubah. Saat penyelenggaraan KAA (Konferensi Asia Afrika di Bandung 1955), Bung Karno sudah mengundang Palestina, walaupun saat itu belum diakui sebagai negara merdeka,” beber Kusnadi

Baca juga: Serangan Israel Akibatkan Ratusan Warga Palestina Meninggal, Puan: Hentikan!

Dia pun menegaskan, pengusiran paksa warga Palestina dari Yerusalem Timur, dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa tidak boleh dibiarkan.

“Harus ada aksi nyata dari dunia internasional,” ujarnya.

“Kami mengutuk tindakan kekerasan oleh Israel. Tapi itu kan tidak cukup, mestinya harus ada tindakan nyata, utamanya dari PBB. Harusnya PBB mengirim pasukan perdamaian ke Yurusalem Timur,” pungkasnya. (goek)

Komentar