Kodam V/Brawijaya Luncurkan Renovasi Rutilahu, Lisdyarita: Mampu Mengurangi Kemiskinan

 70 pembaca

PONOROGO – Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dilaunching pada Selasa (24/5/2022), menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-133 di Kodam V/Brawijaya.

Launching yang dilakukan serentak di lingkungam Kodam V/Brawijaya ini dipimpin langsung oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto, melalui zoom meeting dan diikuti oleh Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita didampingi Danrem 081/DSJ, Dandim 0802/Ponorogo, Kapolres Ponorogo, dan jajaran Forkopimda.

Dengan adanya bantuan program Rutilahu ini, Wabup Lisdyarita mengucapkan terima kasih atas bantuan TNI yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim, terutama dalam membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Saya ucapkan terima kasih dengan adanya bantuan ini. Alhamdulillah, mampu mengurangi kemiskinan pelan-pelan. Karena memang banyak rumah yang harus dibenahi,” ujar Lisdyarita seusai launching yang ditandai dengan peletakan batu pertama di salah satu rumah warga penerima Rutilahu di Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Ponorogo.

Sebelum adanya program Rutilahu dari TNI, Lisdyarita mengungkapkan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo juga mencanangkan program plesterisasi yang akan menyasar sekitar 17.600 rumah tidak layak huni. Sampai saat ini pun program tersebut masih terus digenjot.

“Mungkin untuk membenahi RTLH ini sangat lama sekali. Kita sampai ada program plesterisasi benahi 17 ribu rumah, bisa jalan berapa tahun itu? Karena angka kemiskinan dimulai dari rumah yang lantainya tanah jadi kita mengurangi itu (kemiskinan) dengan mempercepat plesterisasi dulu,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Deni Rejeki, mengatakan, di Ponorogo terdapat 178 unit rumah yang menerima program renovasi Rutilahu.

“Di jajaran Korem 081/DSJ ada 3 Kodim. Pacitan, Ponorogo, sama Ngawi. Ini masih 3 dulu, nanti bertahap di semua Kodim,” ungkap Deni.

Deni juga menambahkan, pengerjaan akan ditargetkan selama dua bulan dengan dikerjakan secara gotong royong oleh TNI dan masyarakat.

“Di Ponorogo masing-masing kecamatan ada 8-10 Rutilahu. Ada tenaga personel TNI gotong royong bersama masyarakat,” pungkasnya. (jrs/set)