NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, menyesalkan peretasan terhadap situs web milik Pemkab Ngawi. Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan masih lemahnya sistem keamanan digital di lingkungan pemerintah daerah.
Peretasan diketahui setelah sejumlah website dengan domain ngawikab.go.id menampilkan tulisan berbahasa Thailand serta indikasi muatan judi online. Konten tersebut muncul pada bagian metadata situs yang terbaca di halaman mesin pencari.
Kondisi ini dialami hampir seluruh website pemerintah daerah, mulai dari situs organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kecamatan, hingga RSUD Ngawi, dan disebut telah berlangsung sejak November 2025.
“Diretasnya situs Ngawi dengan macam-macam aplikasi judol ini sangat memprihatinkan. Ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan digital kita masih sangat lemah dan mudah diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Yuwono Kartiko, Selasa (6/1/2026).
Pria yang akrab disapa King itu menyebut, dinas terkait seharusnya dapat mengoordinasikan pengelolaan website pemerintah daerah secara terpusat dalam satu server. Menurutnya, langkah tersebut perlu diiringi dengan peningkatan sistem keamanan siber yang memadai.
“Setiap OPD cukup sebagai workstation saja, sementara data terpusat di satu server, misalnya di Kominfo, dengan proteksi melalui aplikasi dan program yang benar-benar aman,” katanya.
Ketua DPRD menekankan bahwa keberadaan situs web pemerintah sangat urgensi sebagai salah satu saluran informasi publik yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Ia memperingatkan agar masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Harus segera ada tindakan nyata dan konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Jika terus dibiarkan, tentu saja ini sangat berbahaya bagi kredibilitas informasi pemerintah daerah,” tegasnya. (amd/hs)