Kamis
08 Januari 2026 | 6 : 49

Ketua DPRD Kota Malang Gagas Koneksikan DKM dengan Kayutangan Heritage

pdip jatim 251230 amithya

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita melempar gagasan besar, mengoneksikan Dewan Kesenian Malang (DKM) dengan Kayutangan Heritage menjadi kawasan wisata seni budaya terintegrasi di jantung Kota Malang.

Menurut Amithya, integrasi DKM dan Kayutangan tak hanya penataan kawasan, tapi juga upaya membangkitkan kembali ruh seni budaya Kota Malang. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan para pelaku seni dan budaya.

Dia menilai Kayutangan Heritage saat ini sudah menjadi ikon wisata favorit, namun rentan mengalami titik jenuh karena keterbatasan ruang dan kepadatan pengunjung.

“Jangan sampai Kayutangan Heritage yang animonya sudah sangat baik justru menjadi titik jenuh. Lokasinya pendek dan crowded sekali. Jangan sampai orang datang tapi tidak bisa menikmati apa yang sebetulnya bisa dinikmati,” ungkap Amithya, Selasa (30/12/2025).

Di balik hiruk-pikuk Kayutangan, Amithya melihat potensi besar yang selama ini kurang tersorot. Tepat di Jalan Majapahit, berdiri DKM yang juga menjadi rumah bagi seniman, budayawan, hingga berbagai sanggar seni yang aktif menghidupkan denyut kebudayaan Kota Malang.

Letaknya yang hanya sepelemparan batu dari Kayutangan Heritage menjadi nilai strategis tersendiri. Wisatawan bahkan cukup berjalan kaki untuk menjangkaunya.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Wali Kota, sebetulnya kita punya potensi luar biasa. DKM itu dekat sekali dengan Kayutangan Heritage, dan seharusnya bisa menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

 

Amithya membayangkan DKM tak hanya menjadi ruang berkesenian, tetapi tampil sebagai destinasi utama dengan pertunjukan seni budaya yang terjadwal rutin dan dipromosikan secara masif.

Bahkan, DPRD siap mendukung jika diperlukan pemugaran atau pembangunan gedung DKM agar mampu menampung lebih banyak wisatawan.

Jika terealisasi, konektivitas DKM–Kayutangan diyakini akan melahirkan kawasan wisata unggulan di pusat Kota Malang, dengan kekuatan utama pada pertunjukan seni dan kekayaan budaya Nusantara.

“Di beberapa daerah seperti Bali dan Yogyakarta sudah punya jadwal khusus seni pertunjukan. Saya berharap Malang juga punya ciri khas seperti itu,” tuturnya.

Dia pun menyoroti banyaknya kekayaan seni budaya lokal yang belum terekspos luas. Menurutnya, potensi tersebut perlu digali, dikemas, dan diperkenalkan sebagai identitas kota.

Tak berhenti di DKM dan Kayutangan, gagasan integrasi kawasan wisata ini bahkan membuka peluang konektivitas lebih luas. Mulai dari Wisma Tumapel, Alun-Alun Tugu, Balai Kota Malang, hingga Stasiun Kota Malang, dapat dirangkai menjadi satu jalur wisata heritage dan budaya.

“Ini bisa menjadi daya tarik yang sangat bagus bagi Kota Malang,” tandas perempuan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut. (ull/pr)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Siap Bersinergi dengan Pemkab Membangun Bondowoso Lebih Berkarakter

BONDOWOSO – Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyatakan kesiapan partainya untuk bersinergi ...
KLIPING MEDIA

Survei LSI Denny JA: 66% Responden Tak Setuju Usulan Pilkada Lewat DPRD

JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait usulan pemilihan kepala daerah ...
KABAR CABANG

Instruksi Mas Dhito kepada Banteng Kabupaten Kediri: Turun ke Akar Rumput, Gandeng Pemuda!

KEDIRI – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menginstruksikan seluruh struktur ...
LEGISLATIF

Edi Cahyo Purnomo Dorong Pengentasan Kemiskinan di Jember dari 2 Sektor

JEMBER – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo (ECP), mendorong pengentasan kemiskinan di ...
RUANG MERAH

Politik Kaum Muda

Oleh Muries Subiyantoro PADA pertengahan hingga akhir tahun 2025 lalu, muncul fenomena menarik yang patut dicermati ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jombang Rilis Kinerja 2025, Fokus Kawal Hak Rakyat

JOMBANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang merilis laporan kinerja tahun 2025. Hal itu sebagai bentuk ...