Minggu
08 November 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Kami Belakangan Umumkan Cawapres”

pdip-jatim-pilpres-2019

JAKARTA – PDI Perjuangan terus mencermati proses dinamika politik yang terjadi pada koalisi parpol yang akan berhadapan dengan koalisi pendukung petahana, Joko Widodo atau Jokowi.

“Kami masih mencermati proses yang berlangsung. Sebagai pengusung incumbent, kami menunggu putusan terakhir yang mengusung penantang. Jadi kami sabar saja,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada media, Selasa (31/7/2018).

Hendrawan mengatakan koalisi pendukung Jokowi memilih menunggu koalisi lawannya mengumumkan siapa capres dan cawapres yang akan diusungnya. Hal ini sebagai strategi politik sebelum Jokowi mengumumkan nama cawapresnya.

“Lebih baik begitu, kami belakangan umumkan cawapres,” tutur Hendrawan.

Sementara itu, soal sosok cawapres bagi Jokowi, sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, cawapres paling pas bagi Joko Widodo adalah Jusuf Kalla.

Alasannya, keduanya sejauh ini sudah bekerja bersama-sama sehingga saling mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Pak JK punya kriteria ideal, lima tahun bersama Pak Jokowi. Figur terbaik untuk cawapres Pak Jokowi,” jelas Basarah kepada wartawan, kemarin.

Namun, politisi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu mengakui ada hambatan ketatanegaraan.

Dia sendiri dalam posisi negara harus dikelola sesuai prinsip konstitusionalisme. “Di konstitusi, masa jabatan presiden dan wakil presiden itu dua periode,” ujarnya.

Dia menyampaikan, kriteria ideal bagi PDIP, dalam menentukan cawapres bagi Jokowi kubunya tidak menabrak konstitusi.

Karena itu, dia mengajak publik untuk menunggu judicial review yang diajukan oleh Partai Perindo dan juga JK sendiri sebagai pihak terkait di Mahkamah Konstitusi.

“Kalau MK mengabulkan itu artinya masa jabatan wapres JK tidak berturut-turut dengan presiden yang sama. Itu tidak presiden yang sama. Posisi Pak JK masuk dalam listing. Apakah keputusannya nanti diambil Pak Jokowi atau tidak, diserahkan ke Jokowi dan para ketua umum partai koalisi,” urainya.

Dia menyebutkan beda memilih cawapres dengan menteri. Bila menteri merupakan hak prerogatif presiden maka cawapres harus melibatkan ketua-ketua umum partai koalisi lainnya. “Dimusyawarahkan,” tutur Basarah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kaderisasi Tingkat Akar Rumput, DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting Berusia 17 Tahun

MAGETAN — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar pelantikan Pengurus Ranting tingkat desa/kelurahan ...
KRONIK

Novita Hardini: Soekarno Run Jadi Bukti Komitmen PDI Perjuangan Jalankan Arahan Ibu Megawati

BLITAR — Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi salah satu wujud komitmen PDI Perjuangan dalam menjalankan arahan ...
KRONIK

Angkat Motif Sabuk Mangir Latar Ukel, BBF Perkuat Pelestarian dan Industri Batik Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong pelestarian batik lokal sekaligus memperkuat ...
KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...