oleh

Kades Puryono, Kader Banteng yang Berdayakan Masyarakat dengan Kemandirian Desa

-Inspirasi-49 kali dibaca

TRENGGALEK– Puryono, Kepala Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan dikenal memiliki tangan dingin dalam mengelola potensi desa. Ide-ide briliannya telah menjadikan Desa Karangturi menggeliat, terutama dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan warganya.

Pembangunan Karangturi Waterpark merupakan salah satu ide yang lahir dari kesadaran untuk mandiri. Menurut Puryono, pembangunan Karangturi Waterpark tidak lepas dari undang – undang nomor 6 tahun 2014.

“Jika desa-desa sudah berdaya, undang – undang tersebut kemungkinan besar akan dihentikan,” kata Puryono, kader banteng sejak 32 tahun yang lalu, Senin (7/6/2021).

Puryono menjelaskan, ketika pemerintah pusat menelorkan undang – undang nomor 6 tahun 2014, dirinya justru memilih membangun fasilitas bisnis dibanding membangun sarana infrastruktur seperti membangun jalan, jembatan dan lain sebagainya.

“Dengan membangun fasilitas bisnis tentu akan mendatangkan Pendapatan Asli Desa atau PAD. Dan PAD desa itu akan dikembalikan pada masyarakat, kan begitu,” jelas Puryono, yang juga menjabat Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Trenggalek.

Dia juga menyampaikan pembangunan Karangturi Waterpark ini dibiayai dari DD (Dana Desa). Proses pembangunan Karangturi Waterpark membutuhkan waktu dua tahun dari tahun 2019 hingga 2021.

“Jadi kita mulai pembangunan waterpark ini sejak tahun 2019, kemudian baru kita buka untuk umum sehari jelang hari raya kemarin selama delapan hari,” urai Puryono.

Kepala desa yang terpilih kembali secara berturut – turut di periode 2013-2019 dan 2019-2026, menegaskan keputusannya membangun Karangturi Waterpark cukup tepat. Belum genap satu bulan dibuka untuk umum, tambah Puryono, PAD yang didapat dari waterpark ini sudah mencapai puluhan juta rupiah.

Dengan adanya waterpark ini, para pemuda desa yang sebelumnya berstatus pengangguran bisa dilibatkan sebagai tenaga kerja, mulai dari juru parkir, penjaga loket, guide, penjaga kebersihan, teknisi mesin dan lain-lain, yang semua itu dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Karangturi.

“Jadi, ada 26 warga desa Karangturi yang bisa kita pekerjakan di waterpark itu ” tegasnya.

Selain itu, para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Desa Karangturi juga dilibatkan untuk menempati stand dan menjual hasil produknya di dalam kawasan waterpark tersebut.

Sementara fasilitas yang ada di waterpark tersebut antara lain, taman bermain untuk anak, kolam renang, gasebo dan lain – lain. Harga tiket masuk ke kawasan tersebut sebesar 10 ribu rupiah untuk satu anak.

“Harga tiket masuknya 10 ribu. Itu khusus anak-anak, untuk orang tuanya tidak dikenakan tarif tiket masuk, karena ini khusus anak-anak ” terangnya.

Ke depan dirinya juga memproyeksikan pembangunan hotel dan Universitas Anak Nusantara yang semuanya akan dibangun di kawasan Waterpark Desa Karangturi. (man/set)

Komentar