Sabtu
15 Agustus 2026 | 8 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Masih Kehendaki Megawati Pimpin PDIP

pdip-jatim-megawati-pembekalan-caleg-pos-kota

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai, ungkapan Megawati Soekarnoputri untuk ‘pensiun’ dari posisi ketua umum tak bisa serta-merta terjadi.

Menurut Hasto selama ini Megawati selalu terpilih berdasarkan suara terbanyak. Meski Megawati sudah ingin mundur, kader partai tidak ingin menggantinya.

“Ketika kongres menghendaki beliau untuk memimpin, itu bagian dari dedikasi bagi partai dan negara. Bukan karena orang per orang, bukan karena ambisi,” jelas Hasto, kemarin.

Menurut Hasto, pada kongres berikutnya, bukan tidak mungkin Megawati akan terpilih lagi sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Masalahnya, hal ini tergantung pada kader partai di berbagai daerah untuk mencari orang lain yang bisa mendapat dukungan partai seluruhnya.

“Pandangan saya sebagai Sekjen dengan melihat tantangan-tantangan ke depan Pak Jokowi juga memerlukan pengawalan seorang pemimpin dengan pengalaman yang luas seperti Bu Mega. Dalam pandangan kami, beliau masih mendapat dukungan dan akan mendapatkan dukungan sangat kuat,” ucapnya.

Dia menampik bila kaderisasi di PDIP disebut tidak berjalan dengan baik. Menurutnya, PDI Perjuangan telah berusaha semampu mungkin untuk mendidik kader yang masih muda.

Saat ini, PDIP mempunyai kader perempuan paling banyak dan cukup banyak kader muda dengan umur di bawah 21 tahun.

“Proses kaderisasi kepemimpinan itu harus terus menerus dilakukan oleh partai. Berkaitan dengan kepemimpinan partai, kami melihat kami punya mekanisme, kami punya budaya dan tradisi kita,” tuturnya.

Saat memberikan pembekalan calon legislatif PDIP gelombang terakhir di Gedung DPP PDIP kemarin, Megawati di antaranya mengungkapkan sudah merasa sepuh dan terlalu lama sebagai ketua umum.

“Saya jadi Ketua Umum partai yang paling senior. Sudah sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17 (71 tahun lebih),” ucap Megawati.

Dia juga menyinggung masih belum ada kaum perempuan yang menjadi tokoh politik andal.

“Jadi saya makin hari makin kesel pada diri saya sendiri, apa salahnya dengan saya dan perempuan Indonesia? Mengapa mereka ini tidak mau jadi tokoh politik seperti saya. Dulu waktu masa muda saya, saya sendiri tidak menyangka bahwa saya akan jadi seorang yang sekarang disebut menjadi bagian dari tokoh nasional. Disebut presiden kelima. Memang saya kalau dilihat-lihat perjalanan politik saya sudah cukup lama,” ungkap Megawati. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Serapan Belanja Modal Jember Rendah, DPRD Minta Pemkab Buka Strategi

JEMBER – Realisasi belanja modal dalam APBD Kabupaten Jember 2026 baru mencapai 16,55 persen hingga semester ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...