SURABAYA — Suasana haru menyelimuti aula Megawati Soekarnoputri Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur saat digelar pembacaan surat Yasin dan tahlil 7 hari meninggalnya Sopan Sopian, Rabu (27/8/2025) malam.
Acara berlangsung khidmat dihadiri para pengurus partai, kader, serta badan, sayap, kesekretariatan, satgas, hingga simpatisan partai.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Sopan Sopian.
Dia mengenang almarhum sebagai salah satu kader yang memberikan warna penting dalam perjalanan partai di Jawa Timur.

“Terima kasih untuk segala perjuangannya. Terima kasih sudah berkomitmen penuh, mengabdikan diri bertahun-tahun memperjuangkan partai ini. Sehingga partai ini tetap berdiri tegak sampai hari ini,” ungkap Sri Untari.
Dia menegaskan bahwa kekuatan PDI Perjuangan tidak bisa dilepaskan dari peran dan dharma bakti para kader yang telah berpulang.
Seperti Sopan Sopian, Whisnu Sakti Buana, SW Nugroho, Didik Purwanto, hingga Toga Sidauruk.

“Mereka adalah sosok-sosok pejuang sejati. Kita doakan dengan ikhlas untuk mereka yang sudah berjuang bersama kita,” tuturnya.
Menurut Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, kepergian Sopan Sopian menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa usia adalah misteri, namun pengabdian dan komitmen akan selalu dikenang.
“Kita mengenang Sopian sebagai pribadi yang selalu tersenyum. Jam berapa pun, dia selalu siap ditugaskan mengirim logistik dan kebutuhan partai. Tidak pernah menolak, tidak pernah mengeluh,” beber Untari.
Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim ini mengingatkan kepada seluruh kader PDI Perjuangan di Jawa Timur agar saling menjaga dan tidak ragu menghubungi pengurus bila mengalami kesulitan.

“Saya ingatkan kepada seluruh keluarga besar PDI Perjuangan, kalau ada apa-apa, sakit atau butuh bantuan, segera kontak saya. Selama kalian berada di Jawa Timur, kami pasti membantu. Kita sudah berjuang bersama begitu lama, dan kita harus saling menjaga,” tegasnya.
Untari juga mengajak seluruh kader untuk terus meneladani semangat dan sikap baik dari para sahabat seperjuangan yang telah berpulang lebih dulu.
Dia menggarisbawahi pentingnya menjaga silaturahmi dengan keluarga almarhum sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan loyalitas mereka kepada partai.
“Kita jangan melupakan keluarganya. Ini menjadi bagian dari silaturahmi dan kepedulian kita sebagai kader. Partai ini tidak akan pernah ada jika tidak ada komitmen dan kesetiaan dari kader-kadernya,” tuturnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS