Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Ke Depan, Perangnya Bukan Fisik Tapi Budaya

pdip-jatim-jokowi-di-SMA-Taruna-Nusantara

MAGELANG – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara, yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/1) sore.

Dalam kesempatan ini, Presiden memberikan pembekaan kepada 1.106 siswa SMA Taruna Nusantara yang berasal dari seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa di era keterbukaan ke depan persaingan antarnegara termasuk antar sumber daya manusianya akan semakin ketat dan sengit.

Ia memberikan contoh, misalnya di kawasan ASEAN sudah dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tidak bisa dicegah. “Nanti (keterbukaan) sudah antar kawasan, bisa di kawasan ASEAN dan kawasan Uni Eropa, bisa. Keluar masuk semuanya bebas, tidak pakai KTP, tidak pakai paspor,” ujar Presiden.

Artinya, lanjut Presiden, bangsa Indonesia harus siap, tidak hanya harus pintar tetapi juga perlu keberanian untuk berkompetisi.

Presiden menjelaskan, saat ini penguasaan sebuah negara tidak lagi dengan menguasai teritori atau wilayahnya melainkan menguasai sumber daya alam maupun sumber-sumber ekonominya.

“Perangnya bukan perang fisik lagi ke depan, tapi perang budaya. Hati-hati, perangnya sudah perang informasi sehingga negara tertentu menjadi lemah karena sebuah persepsi,” terang Presiden Jokowi.

Saat ini, lanjut Presiden, perangnya bukan lagi perang tembak-tembakan tapi perang arus modal masuk. Sebuah negara bisa hancur karena serangan ekonomi. “Bisa terjadi. Sudah terbukti dan anak-anak semuanya tahu,” ujar Presiden seraya mengingatkan anak-anak yang hadir agar hati-hati dengan serangan-serangan tersebut.

Oleh sebab itu, tegas Presiden, dibutuhkan sebuah jiwa dan nilai-nilai yang baru. Yang akan dibangun ke depan, lanjutnya, bukan anak-anak yang manja tapi anak-anak yang siap untuk bertarung, berkompetisi, atau bersaing dengan siapapun.

“Yang akan kita hadapi (ke depan) memang dunia persaingan, dunia kompetisi. Tidak cukup hanya dibekali masalah matematika, tidak cukup hanya dibekali masalah ilmu biologi,” tutur Presiden Jokowi.

Meski demikian, Presiden mengajak siswa-siswi SMA Taruna Nusantara untuk tidak takut. Ditegaskan Presiden, bangsa Indonesia harus optimistis dalam memenangkan kompetisi tersebut karena sudah menyiapkan diri. “Tidak perlu takut, tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...