Selasa
15 September 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Jangan Bandingkan Kondisi 1998 dengan 2015

pdip-jatim-211027-jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk tidak pesimistis terhadap kondisi ekonomi negara, meski di tingkat global terjadi pelemahan ekonomi.

“Jangan sampai kita membandingkan 1998 dengan 2015. Sangat beda sekali. Coba kita lihat pertumbuhan ekonomi, tahun 1998 itu jatuh pada minus 13. Saya hanya mengingatkan saja pada 2015 masih 4,7%, yang terakhir pada triwulan yang ketiga ini sudah pada 4,85,” kata Jokowi.

Ajakan ini disampaikan Jokowi, saat memberikan arahan pada rapat kerja dengan para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2015) malam.

“Artinya, dasarnya sudah mentok. Kemudian kita mau naik, merangkak naik. Dan yang kita harapkan nanti pada triwulan keempat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dikit,” ujarnya.

Sebelumnya saat rapat kerja dengan para gubernur, bupati/walikota pada sesi sore, Jokowi mempertanyakan penilaian sejumlah pihak yang menyebut adanya indikasi krisis ekonomi di tanah air. Sebab, faktanya saat ini pertumbuhan ekonomi 4,7 persen.

Soal nilai tukar rupiah, Jokowi mengingatkan pada 1998 itu Rp 16.500/dolar AS, sekarang Rp 13.600-Rp 13.700. Tetapi ia mengingatkan, pada 1998 itu berangkatnya dari Rp 2.000/dolar AS, meloncat ke 16.000, 8 kali lipat atau 800 persen. Sekarang dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.600-Rp 13.700, atau 8% perubahannya.

“Ini jangan disambung-sambungkan. Nggak sambung, menyebabkan kita pesimis ya seperti itu. Karena angkanya sudah kayak 1998, padahal berbeda,” tegas Jokowi.

Soal kredit bermasalah atau non performing loan, Presiden Jokowi mengingatkan, pada 1998 itu sampai 30%. Sekarang masih di kisaran 2,6% – 2,8%.

Sedang inflasi, tambah dia, juga patut disyukuri. Pada September lalu minus 0,05, dan diharapkan nanti sampai akhir tahun diprediksi tidak ada 4.

“Ini saya kira sangat bagus sekali untuk kita menuju ke depan. Dan nanti kita harapkan bunga bank bisa menurun karena inflasi sudah turun,” kata Jokowi.

Presiden menilai, kita masih punya pertumbuhan yang baik dan diberharapkan ke depan kalau arahnya betul, garisnya betul, dan semuanya mengikuti dari pusat ke daerah.

“Tadi kita sudah berbicara dengan Gubernur, Bupati, Walikota. Semuanya satu arah saya kira memudahkan kita untuk menggerakkan,” kata Presiden Jokowi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...